Ketika Mahasiswa Terjun ke Masyarakat

Surya, Sabtu 31 Januari 2009, (Warteg)

Banyak orang beranggapan bahwa mahasiswa bisanya cuma ahli dalam bidang teori dan berbagai kegiatan akademik. Hal itu dapat dimaklumi mengingat mahasiswa hanya mendapatkan proses belajar mengajar di kelas dari dosen.

Tetapi jangan salah. Pendapat di atas belum tentu benar sepenuhnya. Hal itu jika berpatokan pada kegiatan mahasiswa di bidang Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) yang diselenggarakan Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (LPM-UMM). Dinamakan terpadu karena kelompok KKN yang berjumlah 30 orang terdiri beragam mahasiswa yang berlainan fakultas yang ada di UMM. Tujuan kegiatan KKN adalah mahasiswa sepenuhnya mengabdikan diri pada masyarakat selama kurang lebih sebulan, yaitu 20 Januari – 17 Februari 2009.

Sebagai salah satu anggota KKN-T Kelompok 19, saya juga terlibat langsung dalam proses kegiatan pengabdian masyarakat. Bertempat di Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Kelompok 19, melaksanakan berbagai program yang sudah dirancang dengan target masyarakat setempat yang membutuhkan bantuan sesuai dengan kegiatan yang sudah didesain.

Mengingat Desa Tumpang sudah tergolong maju dan padat penduduk, maka program yang dibuat disesuaikan kondisi masyarakat. Karena Kelompok 19, tidak ingin kegiatan yang dibuatnya menjadi sia-sia dan kurang mengena di masyarakat. Karena itu, dibuat beberapa program, misalnya Program Pendidikan, Kesehatan, Kewirausahaan, dan Ekonomi Sosial Budaya. Program dibuat tidak asal-asalan, sebab sebelum datang ke Tumpang, Kelompok 19 sudah mengorbservasi terlebih dahulu demografi masyarakat setempat. Sehingga dimungkinkan semua program yang dibuat Kelompok 19 bisa memberikan sumbangsih signifikan terhadap peningkatan potensi dan sumber daya manusia warga Tumpang.

Meskipun belum semua program selesai dilaksanakan mengingat masih setengah perjalanan. Namun, sudah beberapa kegiatan yang sudah dijalankan Kelompok 19. Contohnya, dalam Program Kesehatan, beberapa mahasiswa ikut membantu pemberdayaan petugas Posyandu dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, teruatama balita, lansia, dan ibu hamil atau sesduah melahitkan.

Tak hanya itu. Kelompok 19 juga akan melaksanakan kegiatan pengobatan gratis kepada 100 warga tidak mampu. Sementara masyarakat sekitar bisa mengikuti pemeriksaan kesehatan (check up) telinga, hidung, tenggorokan, mata, dan mulut, secara gratis. Kegiatan ini dilaksanakan mengingat dalam Kelompok 19, ada tiga mahasiswa Kedokteran. Sehingga dengan dibantu tambahan Tenaga Bantuan Media Mahasiswa (TBMM) dari Fakultas Kedokteran UMM, pelaksanaan kegiatan bisa berlangsung sukses.

Sementara, program lainnya tidak kalah menarik. Ada pelatihan kewirausahaan dengan mengundang praktisi dari pemilik Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UKMK), try out mata pelajaran Bahasa Inggris pada siswa sekolah dasar, gerak jalan sehat, dan bakti sosial dengan ikut melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan warga Tumpang.

Semua kegiatan itu dilakukan Kelompok 19 KKN-T dengan harapan agar mahasiswa yang selama ini cuma bergiat di kampus bisa lebih mempunyai pengalaman agar ketika nanti terjun ke masyarakat bisa beradaptasi karena punya pengalaman hasil dari kegiatan KKN. Meskipun melelahkan, tetapi semua itu dijalankan anggota Kelompok 19 dengan penuh keikhlasan. Dan hebatnya, masyarakat menyambut baik semua program itu.

Erik Purnama Putra

Pegiat Pers Kampus UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: