Masyarakat Untung Diturunkannya Harga BBM

Selasa, 20 Januari 2009 (Jurnal Nasional)

Turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk ketiga kalinya yang diberlakukan sejak, Kamis (15/1), membawa dampak positif bagi rakyat. Meskipun banyak kalangan mencibir bahwa kebijakan menurunkan BBM itu disinyalir sebagai alat politik Presiden SBY untuk menaikkan popularitasnya. Namun tak dapat dimungkiri jika dampak penurunan BBM jenis premium dan solar sangat dirasakan masyarakat, terutama pengguna sepeda motor sebagai alat transportasi kesehariannya.

Saya sendiri yang termasuk pengguna sepeda motor karena setiap hari harus menempuh perjalanan 50 kilometer dari rumah menuju kampus pulang pergi merasa tertolong dengan turunnya harga BBM. Pasalnya, kebijakan turunnya harga bensin sebesar 25 persen dari harga awal Rp 6.000 per liter menjadi Rp 4.500, membawa konsekuensi positif dengan turunnya pengeluaran yang harus saya alokasin untuk membeli premium.

Jika dulu dalam sebulan saya harus mengeluarkan alokasi dana sekitar Rp 180.000, sekarang cukup 135.000. Hal sama juga dialami beberapa teman saya yang tidak kos dan harus menempuh perjalanan kuliah dengan menggunakan sepeda motor sangat tertolong dengan kebajakan pemerintah. Sehingga kebijakan itu telah berhasil meringankan beban rakyat, khususnya pengguna sepeda motor.

Belum lagi sopir angkot dan bus yang selama ini mengeluh biaya pengeluarannya sangat tinggi karena harga solar tinggi. Namun setelah harga solar turun menjadi Rp 4.500, dapat dipastikan kalangan sopir akan menikmati keuntungan dengan mendapat penghasilan lebih besar daripada sebelumnya.

Dalam skala lebih besar, penurunan harga BBM juga akan mampu menggerakkan perekonomian negara hingga berdampak pada perputaran sektor rill yang lebih cepat. Karena beberapa waktu lalu pemerintah juga menurunkan harga BBM industri sebagai langkah meringankan beban pengusaha.

Jika pada pertengahan tahun hingga akhir tahun 2008, beberapa perusahaan besar berada dalam posisi sulit karena terancam kolaps akibat tingginya biaya produksi hingga berakibat keluarnya kebijakan untuk melakukan rasionalisasi pegawai besar-besaran. Sekarang, dengan trend turunnya harga BBM, banyak perusahaan sudah bisa melakukan efisiensi karena pengeluaran produksi bisa diperkecil akibat harga BBM sudah tidak setinggi tahun lalu.

Jika kondisi itu tercipta, diharapkan harga kebutuhan pokok bisa ikut turun karena salah satu faktor penyumbang biaya transportasi sudah mengalami penurunan. Sehingga cepat atau lambat harga barang kebutuhan pokok akan bergerak turun, dan deflasi dimungkinkan bisa tercipta, yang diikuti meningkatnya daya beli masyarakat. Sehingga perekonomian nasional bisa menggeliat lagi.

Meskipun saat ini harga BBM sudah turun, namun laangkah baiknya bagi pemerintah untuk menurunkan lagi supaya masyarakat senang dan beban pengeluaran rumah tangganya bisa berkurang. Karena itu, ditinjau dari segi mana pun kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM sangat menguntungkan rakyat kecil dan patut diapresiasi, walaupun masyarakat jangan berpuas dulu.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: