Negara Arab Wajib Dukung Palestina

Senin, 19 Januari 2009 (Jurnal Nasional)

Jangan pernah mengharap keadilan kepada Negeri Paman Sam. Kalimat itu sangat pas jika kita membandingkan antara masalah krisis ekonomi global yang terjadi di berbagai belahan dunia dan krisis kemanusiaan di Palestina dengan krisis ekonomi yang melanda Amerika Serikat. Memang yang menjadi pelaku utama adalah Israel, namun negeri Zionis itu tak akan berani jika tak dilindungi AS.

Belum selesai menciptakan resesi global akibat skandal keuangan tingkat tinggi, pemerintah AS malah bersikap diam dan malah membenarkan tindakan Israel yang melakukan penyerangan ke wilayah jalur Gaza. Sayangnya, tujuan awal militer Israel yang ingin memerangi kelompok Hamas tidak dipatuhi prajurit militer di lapangan. Sehingga bukan hanya milisi Hamas yang ditembaki, tetapi masyarakat sipil (wanita dan anak-anak) di Jalur Gaza, Palestina, harus mengalami nasib tragis terkena tembakan dan bom yang dilontarkan tentara Negara Zionis Yahudi.

Parahnya, negara Islam lainnya yang menjadi tetangga dekat Palestina malah berdiam diri menyikapi pertempuran di Jalur Gaza. Negara-negara di semenanjung Arab tidak bisa menunjukkan solidaritasnya dalam menyikapi agresi militer Israel ke Jalur Gaza. Hal itu sulit dimengerti mengingat negara berpenduduk mayoritas Islam itu secara geografis berdekatan dengan Palestina. Aneh memang melihat adem ayemnya sikap pemimpin tertinggi negara-negara Arab yang tidak berpihak kepada Palestina yang secara jelas wilayah negaranya dibumi hanguskan tentara Israel.

Malahan Mesir berbatasan langsung dengan Jalur Gaza dan menjadi jalur urat nadi masuknya alur distribusi barang selama ini juga tidak bersikap. Karena akan menghadapi kemungkinan terburuk hubungannya dengan AS jika sampai mengeluarkan kebijakan yang dinilai menguntungkan Hamas. Sehingga Presiden Hosni Mubarrak jadi serba salah dalam bertindak menyikapi konflik Hamas dengan Israel.

Kita tentu patut mengapresiasi langkah Iran yang lebih berani dalam menyikapi arogannya Israel yang memamerkan senjaja kelas wahid ketika berhadapan dengan milisi Hamas dalam perang terbuka di Jalur Gaza, yang mengusulkan agar Israel diembargo total supaya tidak bisa macam-macam dan tidak semena-mena terhadap penduduk Palestina lagi. Hal itu dapat dilakukan jika seluruh negara Arab bersatu mendukung Palestina.

Yang lebih hebat adalah langkah yang dilakukan Presiden Venezuela, Hugo Chaves, yang berani mengusir duta besar Israel dari Ibukota Caracas. Dan kabar terbaru malah pemerintah Venezuela memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. Langkah tegas itu sangat pas dan tidak berlebihan karena negara penghasil minyak itu melihat bahwa Israel telah berbuat kelewat batas dan di luar peri kemanusiaan karena membuat kekacauan luar biasa di Jalur Gaza.

Belajar dari Iran dan Venezuela, sudah menjadi kewajiban bangsa Arab untuk bersatu pada mendukung Palestina dengan menekan Israel agar menghentikan peperangan yang tidak ada untungnya itu. Hal itu mutlak dilakukan jika tidak ingin wilayah Jalur Gaza hancur lebur akibat bombardir bom dan berondongan senjata yang dilancarkan militer Israel.

Jika Israel didukung AS, mengapa negara Arab tidak lekas mendukung Palestina, seperti yang dilakukan Iran dan venezuela. Karena jika agresi militer Israel dibiarkan, Jalur Gaza dalam waktu cepat atau lambat bisa hilang dari peta dunia dan masuk ke wilayah Israel.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa UMM

Gedung SC Lt.1 Bestari Kampus III UMM, Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: