Obama Tidak Membawa Perubahan

Sabtu, 16 Januari 2009

AKHIR tahun 2008, penduduk dunia berharap banyak atas terpilihnya Barrack Hussein Obama sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-44.

Pasalnya, sebagian besar masyarakat menaruh eskpektasi tinggi kepada Obama bahwa presiden pertama berkulit hitam itu akan membawa perubahan bagi tatanan dunia. Dengan sloglan “We Can Change, Believe In” saat kampanye Obama berjanji akan benar-benar membawa perubahan besar bagi terciptanya dunia baru, yang berbeda dengan era George Walker Bush.

Sayangnya, perubahan yang dijanjikan Obama itu seperti ditelan angin. Penduduk dunia yang menantikan perubahan itu masih belum melihat langkah konkret Obama dalam upayanya menciptakan perubahan. Bahkan, banyak kalangan sudah apatis bahwa suksesi pergantian Presiden AS itu tidak membawa perubahan sama sekali, dan menganggap perubahan yang dijanjikan Obama cuma sloglan kampanye belaka. Padahal, gara-gara janji perubahan yang diusung calon Partai Demokrat itu lah yang membuat mantan Senator Illionis itu mampu merebut simpati mayoritas warga Negeri Paman Sam hingga banyak yang memberikan suaranya dalam pemilihan presiden.

Terpilihnya Presiden Barrack Obama juga memunculkan harapan baru bagi masyarakat muslim dunia, termasuk Indonesia. Karena dengan terpilihnya Obama, perubahan dalam menjalin hubungan baik dengan negara Islam dengan membentuk pemerintahan dan kebijakan luar negeri baru akan dibuatnya supaya antara barat dengan Islam terjalin harominasi.

Sayangnya, kebenaran janji Obama sekarang sedang ditagih masyarakat dunia. Masalahnya, beberapa hari sebelum dilantik presiden yang pernah bermukim di Indonesia itu tidak bersikap dan tetap diam menyikapi kebrutalan Israel yang dengan arogansi penuh menyerang warga sipil di Jalur Gaza, Palestina.

Padahal, tragedi kemanusiaan berdarah itu telah menewaskan anak-anak dan wanita, serta masyarakat sipil lebih 500 orang dan meluluhlantakkan pemukiman warga. Tetapi hingga sekarang pemerintah AS tetap bergeming dan seolah seperti memberikan izin kepada Israel untuk melakukan pembantaian terhadap rakyat Palestina.

Peristiwa itu yang menjadi letak pertanyaan masyarakat dunia yang menantikan perubahan Obama yang dulunya berjanji mengedepankan diplomasi daripada cara militer dalam menghadapi persoalan global. Namun, ternyata Obama tetap bergeming dan tidak menyerukan agar Israel berhenti melakukan agresor.

Karena diakui bahwa negeri Zionis itu tidak bakal berani menyerang menggunakan kekuatan militer tanpa mendapatkan restu dari AS selaku negara yang mengklaim sebagai polisi dunia. Karena itu, keinginan Presiden Terpilih Obama yang akan melakukan perubahan perlu dibuktikan.

Palestina, terutama Jalur Gaza sudah hancur lebur dan kedaulatannya diinjak-injak Negara Zionis itu. Namun, jika hingga beberapa waktu ke depan Negeri Paman Sam masih akan terus membela kepentingan Yahudi dalam mencaplok wilayah Palestina yang sudah merdeka, maka masyarakat dunia boleh berseru bahwa Obama tidak membawa perubahan dan malah sama sikapnya dengan pendahulunya, George Walker Bush. Karena itu, masyarakat dunia, terutama muslim jangan berharap banyak kepada Obama selama dia pro terhadap Israel.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Psikologi UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: