Usut Terbakarnya Depo Plumpang

Surabaya Post, Senin 2 Februari 2009 (Suara Konsumen)

Terbakarnya Depo Plumpang no 24 milik Pertamina, yang berada di Jakarta Utara, Minggu (18/1), masih menyisakan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Banyak pihak berujar bahwa kejadian itu kemungkinan ada unsur sabotase sehingga perlu ditindaklanjuti lebih lanjut oleh tim internal Pertamina dan aparat berwenang.

Seperti dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang memerintahkan aparat kepolisian dan Pertamina melakukan investigasi menyeluruh atas kebakaran Depo Plumpang. Pasalnya akibat kejadian itu Pertamina rugi Rp15 miliar dari jumlah hitungan volume premium yang terbakar sebanyak 3.000 kiloliter. Itu baru menghitung kerugian BBM bukan materi lainnya. Apalagi peristiwa itu menewaskan satu korban penjaga yang ikut terbakar.

Bahkan, kalangan anggota dewan tidak kalah lantang bersuara. Anggota Komisi VII DPR, Alvin Lie, mengatakan, publik perlu mengetahui secara pasti kejadian yang menimpa Depo Plumpang. Apakah benar terbakar atau sengaja dibakar. Sehingga penyelidikan lebih lanjut perlu dilakukan mengingat betapa strategisnya peran Depo Plumpang bagi penyaluran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah DKI Jakarta dan Banten.

Menguatnya dugaan sabotase memang wajar mengingat pengamanan area Depo Plumpang sangat ketat karena melibatkan unsur keamanan internal Pertamina, Polri dan TNI. Sehingga jika pelakunya bukan orang dalam atau profesional pasti sulit menembus batasan keamanan yang ada. Karena itu sangat aneh jika terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan jutaan barel BBM.

Bayangkan akibat buruk terkabarnya depo penyimpanan minyak itu membuat stok premium turun dari 9 hari menjadi 7,5 hari. Dan sempat membuat masyarakat menjadi kesulitan mendapatkan BBM di setiap SPBU akibat distribusi tidak lancar. Karena itu harus ada penyelidikan hingga tuntas untuk mencari penyebab kebakaran.

Depo Plumpang sebagai salah satu aset negara merupakan obyek vital yang perlu mendapatkan perlindungan ketat. Untuk itu, pemerintah perlu bertindak dengan menerjunkan tim khusus guna menguak penyebab kebakaran tersebut. Pasalnya dampak kejadian buruk itu telah membuat citra Pertamina sebagai BUMN menjadi buruk.

Upaya penyelidikan memang tindakan bagus. Karena jangan sampai kejadian itu terulang kembali di masa akan datang. Di samping mencari penyebab sumber terbakarnya depo penyimpanan minyak milik Pertamina. Juga, perlu dievaluasi sistem keamanan sehingga ke depannya penjagaan bisa lebih ketat.

Kita kadang selalu meremehkan pengalaman dan baru bertindak setelah ada kejadian merugikan. Jika ditelusuri, keamanan memang perlu dievaluasi kembali mengingat Depo Plumpang dekat dengan pemukiman warga. Sehingga pengawasan dan kontrol keamanan tidak bisa maksimal. Sebab tidak mungkin mencurigai satu per satu penduduk yang beraktivitas di sekitar depo.

Karena itu langkah relokasi pemukiman bisa jadi solusi bagus. Mengingat Depo plumpang merupakan salah satu obyek vital yang memiliki fungsi strategis bagi negara. Sehingga perlu diupayakan penjagaan secara ketat untuk melindungi aset negara itu untuk melacak dan mencari tahu sumber penyebab kebakaran.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: