Berkunjung ke Candi Jago

Surabaya Post, Senin, 9 Februari 2009 (Citizen Journalism)

Jika Anda ingin berkunjung ke Kabupaten Malang, tidak ada salahnya mampir ke daerah timur Malang, tepatnya di Kecamatan Tumpang, untuk mampir dan mengunjungi sebuah situs kuno bernama Candi Jago. Situs bersejarah itu terletak di Dusun Jago, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, dan diperlukan waktu 1 jam perjalanan ke arah timur dari pusat Kota Malang. Biasanya jalur ke Candi Jago digunakan wisatawan yang ingin pergi ke Gunung Bromo melalui jalur Malang.

Menurut cerita, Candi Jago dulunya bernama Jayaghu dan dalam kitab Negarakertagama disebut sebagai tempat pemakaman Maharaja Wisnuwardhana, nenek moyang Hayam Wuruk, raja terpopuler dan terhebat di era Kerajaan Majapahit.

Jika dianalisa dari bentuk arsitektur dan berbagai ukiran hiasannya, dapat dipastikan Candi Jago dibangun pada zaman Kerajaan Singhasari pada abad ke 13. Dan pada tahun 1272 Saka atau 1350 Masehi, bangunannya pernah dipugar oleh Adityawarman. Dan sesudahnya, Candi Jago mengalami beberapa kali pemugaran pada abad ke 15 pada era dinasti Majapahit berkuasa.

Sekarang, bentuk Candi Jago terkesan unik karena bagian atasnya seperti hilang dan hanya tersisa sebagian. Kondisi itu menurut cerita masyarakat setempat disebabkan dulunya area candi pernah tersambar petir hingga menyebabkan bagian puncak hilang. Sehingga arsitektur Candi Jago terlihat aneh, namun sangat eksotis dipandang mata.

Sayangnya, seperti kebanyakan nasib monumen kuno dan bangunan peninggalan zaman kerajaan, nasib Candi Jago bisa dikatakan sangat mengkhawatirkan. Jayaghu tampak tidak terawat dan bangunannya sangat rapuh, serta terlihat tidak menarik untuk dilihat.

Sebagai salah satu masterpiece hasil peninggalan zaman dulu, kondisi candi tidak dapat disebut layak dikunjungi. Pemerintah daerah masih kurang peduli dan tidak memperhatikan Candi Jago sebagai peninggalan bersejarah. Buktinya ketika ingin menuju ke lokasi, jalan masuknya kumuh karena di situ sebagai tempat mangkal kendaraan dokar. Sehingga pemandangan kotor dan bau menjadi santapan wisatawan yang ingin ke sana, yang membuat kesan pertama menjadi kurang menggoda dan menimbulkan citra kurang enak bagi pengunjung.

Meskipun kadang pada akhir pekan ada rombongan anak sekolah, pecinta sejarah, dan wisatawan asing yang datang berkunjung, namun di luar itu tidak ada yang datang ke area candi yang dikelilingi perumahan padat warga. Parahnya, masyarakat setempat seperti terkesan acuh akan keberadaan candi. Buktinya tidak ada yang peduli untuk memiliki dan merasa biasa saja tinggal di dekat area candi.

Hal itu bertolak belakang dengan turis mancanegara yang malah sangat antusias ketika mengunjungi candi. Dan itu bukan omong kosong belaka. Pasalnya bila kita bertanya kepada masyarakat setempat pasti mereka akan mengamini dan menjawab dengan yakin bahwa orang asing sangat senang ketika berada di Candi Jago.

Saya sendiri menilai keberadaan Candi Jago kurang terurus. Karena saat saya berkeliling ke area candi banyak sekali ditemukan bagian candi rusak dan kepala arca ada yang hilang. Hal itu membuat saya menjadi merasa biasa saja ketika berkeliling area candi dan hanya tertarik pada relief yang terukir di setiap sudut bangunan candi.

Seandainya candi diurus dan diperhatikan pemerintah pasti kondisinya lebih baik dan bisa menarik banyak pengunjung. Sehingga akan mengundang wisatawan untuk datang berkunjung. Tetapi harapan itu sepertinya bakal sia-sia mengingat dari berbagai peristiwa pihak terkait yang bertanggungjawab mengurus candi kurang bisa diandalkan menjaga dan melestarikan candi.

Erik Purnama Putra

Pegiat Pers Bestari UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: