Mengenal Sosok Peter Sanders

Suara Konsumen, Kamis, 26 Februari 2009 (Surabaya Post)

Sebuah kegembiraan ketika saya bertemu dan berhasil foto bareng dengan Peter Sanders. Mengapa saya sampai gembira bisa foto bersanding dengannya? Asal diketahui, Peter Sanders adalah fotografer muslim terkenal dan salah satu terhebat di daratan Inggris. Pria yang identik dengan peci hitam tersebut saat itu bisa membuktikan diri dan mempunyai reputasi bagus yang sudah diakui banyak orang. Karena sejak tahun 1960-an dia gemar sekali memotret ikon musik terkenal, seperti Bob Dylan, Jimi Hendrix, The Doors, hingga Rolling Stone, yang membuat namanya melambung.

Namun takdir berkata lain. Perjalanannya ke negara India pada 1970-an membuatnya mengalami pengalaman spiritual besar. Tak disangka, setelah kembali ke negara asalnya, dia terkesan perjumpaannya dengan warga muslim India yang melakukan gerakan memuja Tuhan (shalat). Sehingga dia memutuskan memeluk Islam dan berganti nama menjadi Abdul al-Adheem hingga sekarang. Ketertarikan dengan Islam membuatnya banting stir dan lebih memilih memotret kehidupan masyarakat muslim di negaranya.

Hal itu tampak dari ajang pameran foto bertema The Art of Integration Islam; In Green and Pleasant Land, selama 5 hari (21-25/2) di Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang. Di mana pameran foto yang memajang tidak kurang 40 gambar jepretan Peter Sanders, yang semuanya menggambarkan aktivitas kehidupan warga minoritas Islam di daratan Inggris Raya. Kegiatan ini adalah pameran foto ketiga Peter Sanders, setelah sebelumnya sukses menggelar karya di Jakarta dan Yogyakarta.

Pria kelahiran London tahun 1964, mengangkat kehidupan masyarakat muslim bukannya tanpa alasan. Karena tujuannya hanya satu supaya Islam tidak dipandang salah oleh mayoritas penduduk Eropa dan dicap sebagai agama yang mengajarkan kekerasan. Sehingga dengan seringnya dia road show memamerkan hasil jepretannya ke berbagai negara diharapkan masyarakat yang belum pernah ke Eropa, terutama Inggris setidaknya dapat mengetahui dengan banyak tentang perkembangan ajaran Islam di sana. Sehingga pengunjung pameran fotografi akan mendapatkan sebuah perspektif baru setelah melihat rangkaian foto yang dipamerkan.

Niat tulus Peter Sander dimulai sejak dia menemukan kedamaian dalam Islam dan menggeluti dunia fotografi dengan membidik obyek masyarakat muslim dunia, terutama yang menjadi minoritas di negara barat. Perjalanannya keliling tidak kurang 40 negara, misal Maroko, Turki, Libanon, Sudan, Mauritinia, hingga Bangladesh, membuatnya merasa yakin bahwa Islam itu agama penuh toleran dan cinta damai. Itu semua adalah pengakuannya dalam opening ceremony yang dihadiri Duta Besar (Dubes) Inggris, Martin Alan Hatful dan Rektor UMM, Muhadjir Effendy.

Alasan mengapa hanya warga muslim Inggris saja yang diangkat karena Peters Sander berargumen dirinya asli orang Inggris. Sehingga komunitas terdekatnya yang coba dipotret dan diwujudkan dalam bentuk bingkai foto. Keberhasilannya mendokumentasikan kehidupan muslim kontemporer Inggris dalam foto membuatnya banyak menerima pujian. Sehingga pemerintahanan Persemakmuran Inggris mendukung penuh niatnya untuk menyelenggarakan road show demi mengenalkan muslim Inggris ternyata hidupnya tidak seburuk dibayangkan orang Islam sedunia.

Meskipun sponsor utama yang membiayai kegiatannya adalah pemerintahan Inggris, namun Peter Sanders menolak keras jika karya yang ditampilkan dan materi yang disampaikan kepada pengunjung menyesuaikan dengan aturan pemerintahan Inggris. Karena di sini Peter hanya bermaksud mengenalkan dunia Islam di negeri Ratu Elizabeth itu kepada masyarakat Indonesia supaya penduduk Indonesia tidak memandang bahwa Islam di Inggris dikucilkan.

Satu harapan Peter yang belum kesampaian hingga sekarang adalah keinginannya menjembatani perbedaan budaya antara sekuler barat dengan Islam. Tujuan mulai itu ingin diciptakannya supaya terbentuk masyarakat harmonis Islam kontemporer dengan penganut sekuler. “Untuk mencapai itu, foto yang dibuat dan karya yang dipamerkan nantinya wajib memberikan pemahaman baru dan lebih mendalam tentang wajah Islam sesungguhnya kepada dunia barat,” harapnya.

Erik Purnama Putra

Pegiat Pers Kampus Bestari UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: