Menyoal Musibah Banjir

Jurnal Nasional, Senin, 9 Februari 2009

Meluapnya Sungai Bengawan Solo yang mengalir melewati Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) terus menuai korban. Setelah banjir menerjang wilayah hulu di beberapa daerah Jateng, sekarang luapan sungai sudah menenggelamkan daerah aliran sungai di Jatim, seperti Gresik, Madiun, Ngawi dan Bojonegoro.

Musim penghujan yang dulu dianggap berkah sekarang malah menjadi malapetaka bagi masyarakat. Pasalnya jika hujan terus turun tanpa terkendali dampak luapan Sungai Bengawan Solo akan semakin meluas dan menimbulkan banyak korban. Tak hanya pemukiman penduduk dan industri yang tenggelam, area persawahan dan perkebunan juga ikut terseret arus air. Sehingga membuat petani rugi besar akibat gagal panen. Belum lagi memperhitungkan ancaman hilangnya nyawa akibat banjir. Karena itu banjir dinilai membawa kerusakan berat bagi masyarakat.

Kita tentu masih ingat tragedi tenggelamnya beberapa daerah yang termasuk ke dalam area aliran Sungai Bengawan Solo, awal tahun lalu. Di mana saat itu daerah sekitar sungai, terutama di Bojonegoro terendam dan banyak pemukiman warga rusak diterjang banjir akibat luapan sungai yang mengakibatkan 102 penduduk kehilangan nyawa dan kerugian materi. Sehingga dapat disebut banjir telah menimbulkan korban nyawa dan materi yang sangat banyak.

Belajar dari peristiwa itu sudah sepatutnya pemerintah daerah (pemda) dan dinas terkait setempat untuk selalu waspada terhadap munculnya bencana alam (banjir). Mengingat musibah banjir adalah akibat faktor alam yang dapat menghancurkan sarana pembangunan dan infrastruktur pendukung lainnya, maka sudah sepatutnya pemerintah dan masyarakat selalu berada pada kondisi siaga bencana.

Jika pun kondisi banjir sekarang sudah surut tidak sepantasnya pemda dan pihak berwenang untuk tidak dalam kondisi waspada mengingat banjir susulan dan ancaman lainnya masih memungkinkan terjadi dan berpotensi menggangu kehidupan kehidupan penduduk. Pasalnya akibat banjir masyarakat dirugikan karena harus kehilangan harta benda dan korban nyawa. Tak hanya itu, kegiatan ekonomi juga berhenti akibat tidak bisa menjalankan aktivitas sehari-hari. Sehingga banjir sangat merusak dan menurunkan tingkat kesejahteraan warga.

Karena itu tidak ada salahnya masyarakat perlu dilatih untuk selalu dalam kondisi siaga terhadap bencana alam. Hal itu lebih baik dalam upaya membentuk sikap penduduk agar bisa siap dalam menghadapi munculnya berbagai bencana yang dapat mengancam kehidupannya.

Menyikapi itu manusia wajib mawas diri dan belajar agar terhindar dari berbagai bencana yang mungkin muncul sewaktu-waktu. Mengingat bencana alam tidak bakal terjadi jika manusia tidak melakukan pengrusakan alam. Bencana banjir harus dijadikan sarana refleksi dan pengingat agar manusia selalu ingat kepada alam dan tidak berbuat kerusakan. Pasalnya jika alam sudah murka, maka manusia sendiri yang akan menanggung akibatnya.

Jangan sampai banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo menjadi musibah tahunan pada musim hujan. Untuk itu, perlu dilakukan normalisasi dan pengondisian di sepanjang jalur aliran sungai. Mengingat saat ini banyak area sungai mengalami pendangkalan dan menyempit akibat munculnya pemukiman baru di sepanjang daerah aliran sungai (DAS).

Di samping itu tidak ada salahnya bagi pemda untuk membangun alat penditeksi dini guna menciptakan sistem agar ketika bencana muncul masyarakat bisa mengantisipasinya supaya kerusakan dan korban jiwa dapat diminimalisir. Hal itu berguna bagi penduduk supaya bisa tetap selalu dalam kondisi waspada terhadap keadaan alam yang kurang bersahabat. Sehingga bila sewaktu-waktu aliran sungai meluap, penduduk bisa dievakuasi dengan cepat dan kerugian materi bisa ditekan.

Erik P. Putra

Akademikus UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: