Anggota Dewan Mengecewakan Rakyat

Suara Pembaca, Rabu 18 Maret 2009 (Surabaya Pagi)

Mendekati pemilihan legislatif (pileg) pada 9 April, banyak pemberitaan media yang menyorot sepinya ruangan kerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Misalnya, di Malang dan Jember, disebutkan bahwa anggota dewan sudah jarang ngantor dan menurut ulasan media disebutkan sekarang banyak legislator yang dapat tidak pernah menampakkan batang hidungnya sama sekali.

Bahkan jadwal rapat dan agenda sidang rutin pun sudah semakin sedikit peserta yang mengikutinya karena harus absen. Sehingga saat ini kantor anggota dewan tak ubahnya gedung megah yang kosong tak berpenghuni sebab para wakil rakyat pada sibuk sendiri dengan segudang agendanya masing-masing. Tak hanya dewan tingkat kota/kabupaten. Hal sama juga terjadi di tingkat provinsi dan nasional, di mana semua gedung dewan sudah semakin sepi.

Kita tentu tahu bahwa mendekati pileg yang tinggal 5 minggu lagi semua anggota DPR yang ikut mencalonkan diri kembali pada sibuk turun ke lapangan demi menemui konstituennya. Harapannya dengan semakin sering mengunjungi masyarakat peluang anggota dewan yang baka maju itu untuk terpilih bisa besar karena dikenal pemilihnya. Sehingga intensnya para wakil rakyat tersebut menemui pemilik hak suara mengakibatkan yang bersangkutan lupa akan pekerjaannya.

Kondisi itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ada upaya tegas dari kalangan internal anggota dewan, seperti Badan Kehormatan (BK) untuk mengatasi bentuk ketidakdisiplinan wakil rakyat dalam mengemban amanah. BK DPR/DPR-RI wajib menghukum dan jika perlu mengumumkan kepada rakyat siapa saja wakil rakyat yang sering membolos supaya masyarakat tahu siapa saja yang kinerjanya amburadul dan tidak punya niat baik untuk mengabdikan diri hingga masa jabatannya berakhir.

Karena memang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun jika legislator sampai tidak masuk di hari kerja dan membolos dengan tujuan memenuhi kepentingan pribadi guna merengkuh kekuasaan kembali agar terpilih dalam pileg 2009. Tetapi di sisi lain rakyat dianggap tidak butuh lagi keberadaan mereka. Sehingga dapat disebut mereka itu termasuk golongan pengkhianat dan telah menyakiti hati rakyat.

Dari kejadian tersebut masyarakat sudah bisa menalai kualitas para wakil rakyat yang saat ini duduk di kursi empuknya. Maka itu setiap orang yang mempunyai hak suara agar jangan memilih calon anggota dewan yang perilakunya sudah tidak amanah dengan berani meninggalkan pekerjaannya. Namun bukan berarti pemilih harus memberikan hak suaranya pada calon anggota dewan yang jejak rekam perjalanannya di dunia politik belum teruji. Hal itu penting supaya anggota DPRD/DPR-RI terpilih nantinya benar-benar berkualitas dan memiliki kemampuan mumpuni, serta berakhlak mulia. Sehingga ketika sudah terpilih bisa menyalurkan aspirasi rakyat dan menyuarakan pada pemerintah.

Namun kita juga jangan terlalu berharap banyak kondisi itu bisa terjadi, mengingat selama ini sebagian besar anggota dewan hanya mementingkan nafsu pribadi, kelompok dan partai. Sedangkan rakyat berada pada porioritas nomor urut kesekian dan dilupakan begitu saja. Sehingga yang terjadi sebagian besar legislator hanya bisa bikin pemilihnya sakit hati dan tabiatnya tidak bisa memenuhi sosok kriteria ideal anggota dewan yang bisa menjadi penyalur aspirasi suara rakyat.

Erik Purnama P.

Akademikus UMM

Kampus III Unmuh Malang, 65144

Satu Tanggapan to “Anggota Dewan Mengecewakan Rakyat”

  1. semoga para caleg yang terpilih nantinya menomorsatukan kepentingan rakyat dulu🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: