Bangga Produk Dalam Negeri

Senin, 23 Maret 2009 (Jurnal Nasional)

Gebrakan pemerintah mengampanyekan kebijakan Cinta Produk Dalam Negeri patut diapresiasi. Meskipun sebenarnya itu bukan kebijakan baru dan sudah ada sejak pemerintahan Presiden Soekarno, namun tetap langkah pemerintah itu wajib kita dukung. Karena itu sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) baik, masyarakat perlu mengupayakan bahwa semua produk yang diperlukan dalam kehidupan sehari-harinya mesti mengutamakan menggunakan produk ciptaan anak negeri.

Di samping sebagai bentuk apresiasi terhadap karya bangsa sendiri, juga sebagai wujud bahwa Indonesia mampu memproduksi segala produk keperluan yang digunakan masyarakat. Sehingga sebenarnya sebuah kewajaran apabila masyarakat menggunakan produk dalam negeri dibanding membeli produk luar negeri yang harganya lebih mahal.

Jika ditelisik ke belakang, selama ini kebiasaan yang terjadi di masyarakat adalah mengutamakan barang bermerek dan mahal sebagai identitasnya sehingga menjadi sebuah hambatan bagi terwujudnya iklim pembentukan Cinta Produk Dalam Negeri. Tak hanya itu, ketidakpercayaan terhadap kualitas barang hasil kreasi anak bangsa turut pula menjadi penghambat dalam mengampanyekan penggunaan produk dalam negeri.

Kondisi itu sulit disangkal karena banyak rakyat Indonesia lebih bangga menggunakan produk bermerk dalam segala pemenuhan kebutuhannya. Itu agar dapat dinilai sebagai kaum berada dan mendapatkan pujian. Gengsi bagi sebagian besar masyarakat masih menjadi nomor satu dan untuk mendapatkan pengakuan itu barang kebutuhan yang dibeli pasti barang berlabel luar negeri. Sementara hasil produk dalam negeri seolah dipandang kelas dua dan kurang sreg jika harus menggunakannya.

Padahal ketika ditelusuri lebih jauh banyak sekali produk ekspor setengah jadi dari Indonesia yang dijual di luar negeri ketika sampai di negara asalnya bukan dijual kepada masyarakat negara bersangkutan, tetapi dibalikkan lagi ke Indonesia dengan dibumbui stempel barang bermerk. Sehingga ketika sampai di Tanah Air dan dikonsumsi masyarakat Indonesia harganya sudah berlipat mahalnya. Karena itu sangat aneh jika banyak pemuja produk asing yang kualitasnya setara dengan produk ciptaan anak bangsa meskipun harga barang luar negeri berkali lipat.

Di saat krisis ekonomi sudah mulai melanda Indonesia dan banyak pasar tujuan ekspor luar negeri yang sedang lesu seperti sekarang, sudah tepat langkah pemerintah untuk melirik pangsa pasar internal. Mengingat jumlah penduduk Indonesia sebesar 240 juta adalah potensi yang belum banyak digarap. Sehingga untuk menyiasati hilangnya pasar ekspor dan menghindari PHK buruh, perusahaan industri Tanah Air bisa memaksimalkan keberadaan rakyat Indonesia sebagai basis pasar baru sebagai sasaran konsumen pengguna produknya.

Menumbuhkan kepercayaan dan rasa bangga terhadap produk dalam negeri mutlak dilakukan pemerintah supaya menjaga keberlangsungan industri di Tanah Air terus terjaga. Di samping juga untuk meningkatkan denyut nadi perekonomian nasional yang terimbas krisis supaya dapat terus bergerak. Karena terbukti sebuah negara yang menggantungkan produk luar negeri ketika terjadi resesi ekonomi seperi sekarang tidak mampu berbuat apa-apa dan kondisinya limbung. Sehingga dengan mandiri dan mencintai produk dalam negeri bisa jadi sebuah solusi bentuk kemandirian sebuah bangsa supaya tidak tergantung kepada negara lain dan menghindari berbagai ekses negatif jika terjadi krisis ekonomi suatu saat.

Erik Purnama Putra

Akademikus Bestari Kampus III UMM

Satu Tanggapan to “Bangga Produk Dalam Negeri”

  1. Harus… bangga ! bangun negeri ini mulai dari mencintai produk dalam negeri.. SETUJU BANGET

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: