Mimpi PSSI Menjadi Tuan Rumah PD

Senin, 23 Maret 2009 (Jurnal Nasional)

Niatan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menjadi penyelenggara perhelatan Piala Dunia (PD) pada 2022 patut dipertanyakan, meskipun itu sebuah gagasan cemerlang. Bukannya bermaksud sinis dengan niatan baik PSSI, melainkan rencana itu dapat disebut sebagai sebuah sensasi besar dan bombastis, namun jauh dari harapan.

Coba saja isu tersebut dilemparkan kepada komunitas gibol (gila bola), pasti banyak yang menilai bahwa ide PSSI sungguh konyol dan sangat muluk-muluk. Bukannya meremehkan kemampuan PSSI dalam hal menyelenggarakan sebuah turnamen besar berskala internasional, tetapi induk persatuan sepakbola nasional itu perlu berkaca diri terlebih dulu sebelum melemparkan wacana yang kadung dicibir banyak pihak tersebut.

Pasalnya menjadi tuan rumah turnamen sepakbola terakbar di dunia butuh tenaga, biaya, transportasi, sumber daya manusia (SDM) dan sarana infrastruktur yang luar biasa besarnya. Ditambah lagi masalah keamanan dan pembangunan delapan stadion baru berteknologi tinggi, serta fasilitas tingkat satu guna menyambut bintang sepakbola dan pejabat tinggi induk organisasi sepakbola dunia (FIFA), tentu semua syarat itu merupakan tugas berat yang dapat dikatakan masih sulit dipenuhi oleh PSSI.

Karena itu pengamat sepakbola dan masyarakat pecinta bola menilai jika Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, yang ingin mengajukan proposal pencalonan menjadi tuan rumah PD patut dipertanyakan dan niatan itu dapat disebut sebagai sebuah rencana ambisius. Mengingat tujuan lainnya menjadi tuan rumah PD adalah tim nasional (timnas) Indonesia bisa langsung lolos dan bermain di ajang tertinggi sepakbola di dunia.

Sudah menjadi rahasia umum di kalangan komunitas gibol bahwa citra petinggi PSSI banyak yang tercoreng dan memiliki track record kurang baik ketika menahkodai organisasi yang memayungi kompetisi sepakbola tanah air itu. Pasalnya, banyak aturan yang dikeluarkan tidak konsisten dan dalam hal penegakan aturan terkait peningkatan mutu liga domestik sering kontraproduktif yang membuat kompetisi Indonesia Super League (ISL) menjadi kacau dan mirip liga antarkampung, serta jauh dari kata profesional. Sehingga kondisi itu menciptakan pandangan umum bahwa kinerja PSSI sangat buruk dalam menyelenggarakan kompetisi sepakbola profesional Indonesia.

Berkaca dari tak becusnya PSSI dalam mengelola liga domestik, maka tidak salah sangat diragukan masyarakat ketika PSSI ingin menjadi tuan rumah agar pagelaran PD 2022 bisa di Indonesia. Sehingga keinginan Nurdin Halid itu bias disebut asbun (asal bunyi) dan tidak memikirkan konsekuensi ucapannya, serta hanya bisa bikin sensasi.

Saat ini, tim nasional (timnas) sepakbola Indonesia berbicara di level Asia Tenggara saja sudah tak sanggup dan dipandang bukan lagi sebagai kekuatan menakutkan. Ditambah rendahnya skill pesepakbola tanah air membuat timnas tidak layak jika harus bersanding dengan timnas Brazil, Italia, Jerman, dan Argentina.

Saya pribadi sangat senang jika suatu saat Indonesia menjadi tuan rumah PD. Namun sebelum itu, PSSI mesti berkaca diri terlebih dulu sebelum melangkah lebih jauh dan membenahi citranya yang sudah buruk, serta memperbaiki kualitas liga domestik supaya bias menghasilkan banyak pemain berkualitas tinggi. Sehingga dapat bersaing dengan pemain dari Negara maju lainnya.

Semua itu mutlak dilakukan PSSI supaya ketika nanti benar-benar serius ingin menjadi tuan rumah PD tidak diremehkan masyarakat. Di samping itu, terdekat PSSI mesti berintropeksi dengan melihat ke dalam apakah SDM yang ada sudah mumpuni guna menyambut penyelenggaraan helatan terakbar sepakboladi planet bumi. Hal itu penting agar PSSI tidak ngotot mengajukan diri kepada FIFA supaya mimpinya menjadi tuang rumah PD tidak dipaksakan.

Erik Purnama Putra

Pelajar Psikologi UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: