Niatan SBY Berbaikan dengan Mega

Forum Pembaca, Rabu, 18 Maret 2009 (Duta Masyarakat)

Rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ingin memperbaiki hubungannya dengan mantan presiden kelima, Megawati Soekarnoputri, patut dipuji. Hal itu terungkap dari penjelasan Presiden SBY ketika menjawab pertanyaan dalam wawancara khusus “Akhirnya SBY Bicara” yang disiarkan dua stasiun televisi swasta nasional (25/2).

Sudah menjadi rahasia umum jika hubungan SBY dengan Mega kurang harmonis. Dan itu sudah berlangsung sejak 2004, ketika keduanya bersaing dalam pemilihan presiden (pilpres). Sayangnya sudah 5 tahun sejak peristiwa tidak akurnya SBY dan Mega, ternyata hingga kini bekunya hubungan orang nomor satu dan mantan orang nomor satu di negeri ini belum mencair. Memang peristiwa serupa juga terjadi pada setiap pergantian Presiden RI, di mana penggantinya tidak memiliki hubungan bagus dengan pendahulunya. Sehingga hal itu kurang baik bagi teladan masyarakat dan perjalanan bangsa ke depannya.

Malahan baru-baru ini antara SBY dan Mega terlibat perang statemen di media massa. Mega menuding pemerintahan berkuasan tidak dapat menyejahterakan rakyatnya dan tidak sanggup memenuhi janji yang pernah diucapkan. Di sisi lain, tudingan itu dibantah SBY dengan mengatakan bahwa pemerintah sekarang sudah bekerja semaksimal mungkin untuk rakyat dan itu diatndai dari banyaknya pencapaian membanggakan yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah berdirinya Indonesia sejak merdeka. Sehingga dari kejadian itu hubungan keduanya menjadi semakin panas dan sulit untuk menjalin tali silaturahmi.

Memang SBY seperti diungkapkannya dalam wawancara khusus tersebut berpendapat dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki putusnya jalinan silaturahim dengan Mega dengan cara mengutus salah satu menterinya. Tak hanya itu, dia juga sempat menghubungi Mega melalui ajudan pribadinya guna mengklarifikasi kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka. Namun usaha itu, kata SBY, tidak membuahkan hasil dan tidak ada respon dari sedikit pun dari Mega. Sehingga hingga kini keduanya masih belum pernah saling berjabat tangan dan mengucap salam sebab belum pernah bertemu.

Kita tentu patut menyesalkan kejadian itu. Pasalnya sebagai negarawan besar sudah sepatutnya kedua orang yang terlibat permasalahan individu tidak membawanya hingga ke level negara hingga menimbulkan dampak kurang baik bagi rakyat Indonesia. Karena bisa merembet pada tingkat akar bawah dan menimbulkan riak perpecahan terhadap masyarakat pendukung SBY maupun Mega. Sehingga tidak ada jalan lain untuk tidak saling memperbaiki hubungan.

Niatan SBY tentu mulia dan perlu diapresiasi secara khusus. Namun jika upaya itu hanya bertepuk sebelah tangan maka usaha mulia itu hanya akan sia-sia dan di antara mereka hanya terus berada pada posisi saling ‘bermusuhan’. Sehingga harapan saya, baik Presiden SBY maupun Megawati selayaknya menyingkirkan ego pibadi dan lebih mengedepankan kepentingan negara. Karena bila tidak, maka yang bersangkutan akan dinilai cacat dalam sejarah perjalanan bangsa.

Erik P. Putra

Pegiat Pers Kampus Bestari UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: