Golkar Ambil Resiko

Rabu, 29 April 2009 (Jurnal Nasional)

Tidak ketemunya chemistry antara Partai Demokrat (PD) dengan Partai Golkar yang berencana melakukan koalisis akhirnya membuat perwakilan kubu Golkar untuk menghentikan komunikasi intensifnya dengan PD. Hal itu juga berarti gagasan melakukan kongsi di pemerintahan menjadi buyar dengan sendirinya.

Dampaknya adalah dinamika perpolitikan Indonesia semakin bergulir tak menentu dan menggelinding tak berarah. Apalagi setelah menyatakan tak menemukan kecocokan dengan PD, petinggi Golkar melakukan manuver balik dengan mendekati kubu PDIP. Berangkat dari itu banyak kalangan menilai jajaran elite Golkar sedang bermain api.

Boleh saja sekarang Golkar merapat ke PDIP untuk berencana membentuk blok koalisi baru, namun itu saya nilai sebagai langkah reaktif petinggi Golkar yang tak ingin dipermalukan dua kali dan untuk memanasi kubu PD yang mengusung SBY. Pasalnya, langkah liar jajaran pengurus partai berlambang beringin tersebut hanya sebagai upaya untuk menunjukkan bahwa Golkar memiliki harga diri dan tak bisa didikte partai lain. Sehingga setelah lepas dari PD, Golkar langsung merapat ke PDIP untuk seolah-olah menunjukkan kehebatan posisinya.

Saya menyebut langkah Golkar itu sebagai tindakan yang tak didahului rencana cermat dan hanya upaya untuk menyelamatkan segelintir pimpinan yang merasa kurang sreg dengan berbagai permintaan PD. Di samping keluar dari aturan yang ada, nekadnya Golkar mencapreskan Jusuf Kalla sebagai presiden merupakan kengototan yang tak diimbangi modal cukup.

Logika berpikirnya seperti ini. Dari hasil survei lembaga politik, popularitas Jusuf Kalla jika dicalonkan sebagai Presiden RI sangat rendah dan jauh di bawah SBY, Megawati, Prabowo, hingga Hidayat Nur Wahid. Begitupun elektibilitasnya, JK anjlok di urutan terbawah. JK hanya unggul kalau ditempatkan sebagai cawapres berpasangan dengan SBY. Di luar itu, berbagai utak-atik penempatan JK sebagai capres maupun cawapres tak diperhitungan pengamat politik karena selalu berada di urutan bawah. Sehinga satu-satunya peluang JK untuk kembali ke pemerintahan jika dia digandengkan dengan SBY.

Berpatokan itu, maka tak salah ketika petinggi Golkar dalam Rapimnasus memutuskan Golkar mengusung capres sendiri merupakan bentuk penyelamatan beberapa orang yang berkepentingan agar tak kehilangan jabatannya. Apalagi dalam waktu bersamaan bahaya juga muncul dari kader di tingkat DPP dan DPD I, dan DPD II, yang menolak Golkar mengusung capres sendiri sebab tak realistis.

Komentar yang muncul dari Muladi dan Agung Laksono sebagai petinggi DPP yang melihat peluang koalisi dengan PD masih terbuka dan Fadel Muhammad salah satu tokoh dari DPD I, juga berpendapat segelintir pimpinan Golkar berusaha memaksakan kehendaknya dan melanggar aturan internal partai sehingga keputusan mengusung capres sendiri belum final dan perlu ditinjau ulang membuat langkah Golkar penuh resiko dan menimbulkan gejolak di internal partai beringin mengkhawatirkan sebab tindakan sekelompok DPP itu malah membuat Golkar akan semakin terpuruk.

Bisa dinilai jika benar nantinya Golkar akan mengusung JK sebagai capres, tindakan itu bisa disebut sebagai bentuk kecerobohan dan tak memikirkan peluangnya di arena pilpres. Semoga saja kengototan JK diimbangi dengan pemikiran jernih bahwa dirinya tak bisa diterima banyak kalangan yang indikatornya bisa dilihat dari rendahnya popularitasnya di masyarakat, yang membuatn JK tipis peluangnya untuk terpilih menjadi Presiden RI. Karena itu, kalau petinggi Golkar tak mendengarkan suara dari grassroot bisa jadi perolehan suara partai dalam ajang pilpres akan semakin melorot mengingat figur JK kurang bisa menjual.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Psikologi UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: