Mengapresiasi Pendidikan Gratis

Suara Konsumen, Sabtu, 2 Mei 2009 (Surabaya Post)

Baru-baru ini di televisi gencar ditayangkan iklan yang memuat rencana pemerintah melalui Depdiknas yang mengumumkan bahwa mulai 2010, seluruh siswa sekolah dapat menempuh pendidikan gratis selama 9 tahun (SD dan SMP). Pernyataan yang disampaikan Mendiknas Bambang Sudibyo boleh dibilang sebagai kebijakan sensasional dan merupakan kabar gembira bagi masyarakat di tengah tertatihnya dunia pendidikan Tanah Air.

Pasalnya, sudah menjadi rahasia umum jika selama ini masyarakat kelas bawah kesulitan untuk mengakses pendidikan sehingga terkesan yang mampu menikmati pendidikan hanya golongan menengah atas. Karena itu dampaknya bagi bangsa Indonesia kurang baik sebab tak semua anak bisa sekolah. Di sisi lain jumlah siswa yang harus putus sekolah di tengah jalan semakin meningkat. Maka itu, tindakan Depdiknas menggratiskan biaya sekolah di tingkat SD dan SMP perlu didukung seluruh elemen bangsa sebagai upaya mengatasi permasalahan pendidikan Indonesia.

Hebatnya, kabar bagusnya tak berhenti sampai di situ, karena nantinya siswa juga dibiayai segala perlengkapan kebutuhan sekolah melalui program Biaya Operasional Sekolah (BOS). Selain itu, Depdiknas mesti mengawal penyaluran dana hingga ke tingkat sekolah dan membuat aturan bahwa pihak komite sekolah tak boleh menarik iuran apapun dari siswa. Hal itu supaya tak memberatkan orangtua. Dan jika ketahuan melanggar, Depdiknas jangan segan untuk menghukum oknum bersangkutan sesuai aturan berlaku.

Karena pengalaman sebelumnya meskipun pemerintah telah menggelontor sekolah melalui program BOS, tetapi terkesan pihak sekolah menyiasatinya dengan membuat aturan lain yang memberatkan siswa. Dampaknya, BOS diberikan, namun tetap saja biaya sekolah yang harus dibayarkan orangtua tetap banyak karena harus membayar berbagai administrasi dan buku yang dijual sekolah.

Berkaca dari beratnya biaya yang harus ditanggung siswa membuat semakin banyak jumlah yang putus sekolah akibat biaya mahal. Diharapkan pemerintah harus mengawal program pendidikan gratis supaya tak menyimpang dari ketentuan. Sehingga pendidikan gratis bisa benar-benar diwujudkan di Indonesia secara merata dari Sabang hingga Merauke.

Meskipun ada beberapa pihak menilai langkah pemerintah itu hanya untuk menaikkan popularitas Presiden SBY. Namun tak bisa dielakkan dan wajib diakui jika kebijakan pemerintah menggratiskan biaya sekolah selama 9 tahun merupakan langkah progresif guna mewujudkan generasi penerus lebih terdidik dan bermutu.

Itu penting sebagai modal bangsa ini meningkatkan derajatnya agar dipandang sebagai negara berpengaruh sebab jika masyarakat kita tak terdidik maka Indonesia akan ditinggalkan dalam percaturan global. Belajar dari pengalaman, semoga kali ini gebrakan pemerintah yang propendidikan bisa berefek luas bagi peningkatan mutu dunia pendidikan Tanah Air.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa UMM

erikeyikumm@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: