Selamatkan KPK!

Jumat, 15 Mei 2009 (Jurnal Nasional)

Dunia penegakan hukum Indonesia dibuat heboh dengan peristiwa menggemparkan, di mana Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Antasari Azhar disebut-sebut sebagai aktor intelektual tragedi pembunuhan terhadap Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Belum selesai kegemparan menggoncang alam pikiran masyarakat dengan kejadian itu, secara tiba-tiba aparat kepolisian menetapkan status tersangka pada Antasari, sehari setelah sebelumnya dinyatakan sebagai saksi, yang membuat masyarakat semakin tak bisa memahami dampak negatif apa yang bakal terjadi pada institusi KPK.

Di luar adanya unsur politisasi kasus itu, penangkapan Antasari merupakan preseden buruk bagi masa depan penegakan hukum di negeri ini. Pasalnya, menjadi sangat janggal dan tak bisa diterima nalar jika orang yang selama ini kerjanya menjebloskan koruptor ke sel tahanan, sekarang nasibnya menjadi pesakitan akibat tindakannya menghilangkan nyawa orang lain.

Kenyataan itu jelas akan mencoreng citra KPK sebagai lembaga superbody yang selama ini terkesan garang dalam memerangi dan membongkar pelaku kejahatan korupsi. Mengingat meskipun Antasari bukan pemilik KPK, namun masyarakat tahunya KPK itu identik dengan Antasari yang selalu tampil terdepan di setiap mencuatnya kasus korupsi yang berhasil dibongkar KPK. Sehingga dengan statusnya sekarang yang sudah menghuni hotel prodeo, tak bisa dinafikan pandangan positif masyarakat kepada KPK akan menurun.

Menyikapi itu, sudah menjadi kewajiban bagi pimpinan kolektif KPK yang terdiri 4 orang untuk bahu-membahu menyelamatkan reputasi institusinya dipimpinnya. Keempat pimpinan kolektif mesti bekerja keras untuk kembali memulihkan citra KPK di mata masyarakat dengan tetap bekerja sebagaimana Antasari masih menjadi orang nomor satu di kursi lembaga superbody tersebut.

Pasalnya, selama ini publik sudah antipati dan skeptis dengan lembaga penegak hukum lainnya, seperti Kejaksaan, Mahkamah Agung, dan Polri. Mengingat di saat institusi penegak hukum lainnya adem ayem merespon berbagai tindak pidana korupsi, KPK dengan gigih menangkap pelaku dan menjebloskannya ke penjara. Maka itu, dengan tetap garang mengungkap skandal kejahatan pencurian uang negara, KPK bisa kembali tegak dan merebut hati masyarakat yang sudah terlanjur menaruh harapan besar pada KPK dalam menindak habis koruptor. Sebab hanya dengan cara itu harapan masyarakat Indonesia kepadainstitusi yang sering menangkap anggota DPR tersebut sebagai pengawal dan penjaga penegakan hukum bisa dipulihkan.

Langkah itu wajib ditempuh sebagai upaya agar pimpinan kolektif KPK yang bersifat sementara itu bisa mampu keluar dari bayang-bayang nama besar Antasari Azhar yang berhasil mengharumkan nama KPK daripada larut mengikuti perkembangan kasus yang membelit Antasari. Tak hanya itu, pemerintah dan DPR perlu segera merumuskan kebijakan terbaik guna meminimalisir dampak buruk akibat skandal yang menimpa Antasari. Karena itu, tak bisa ditunda lagi institusi KPK harus diselamatkan dengan berbagai upaya dan cara supaya tak terjerumus dalam kubang kemandegan kinerja dan kehancuran reputasi.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: