Tingkatkan Keamanan di Perumahan

Suara Pembaca, Rabu, 29 April 2009 (Surabaya Pagi)

Aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menunjukkan kinerja bagus ketika dalam tempo kurang seminggu berhasil menggerebek dan membongkar 3 pabrik pembuatan sabu-sabu di area Jakarta, yakni di perumahan di Jakarta Barat, Tanggerang dan Bogor. Perisitiwa itu juga terjadi di daerah lainnya, seperti di Kota Malang, yang baru-baru ini aparat kepolisian berhasil membongkar jaringan pabrik narkoba di daerah Perumahan Sawojajar, salah perumahan terpadat di Kota Malang, yang notabene banyak dihuni polisi.

Dari kejadian itu masyarakat tentu wajib lebih waspada akan keberadaan keamanan lingkungannya. Mengingat kondisi itu sangat mencemaskan karena memperlihatkan bahwa sekarang produsen narkoba sudah mulai berani dan ekspansi secara luas dalam memproduksi barang haram itu. Sehingga mengagetkan masyarakat sebab tidak menyangka bahwa rumah yang dari luar tampak biasa saja dan di setiap sisinya berdiri rumah tetangga, ternyata di dalamnya dijadikan tempat bikin pil setan.

Belajar dari itu tidak ada salahnya jika Polri untuk mengintensifkan pengamanannya dan tidak lupa menggandeng masyarakat supaya ikut peduli dengan keadaan lingkungan di sekitar rumahnya. Mengingat saat ini banyak produsen maupun bandar narkoba yang menjadikan perumahan padat sebagai tempat memproduksi narkoba. Karena dirasa tempat yang banyak penduduk makin aman sebab kesadaran kontrol masyarakat akan keamanan lingkungannya sangat kurang. Sehingga memunculkan kelengahan bersama yang menjadikan wilayah tersebut ‘aman’ bagi tempat untuk untuk mendirikan pabrik narkoba.

Di samping itu, dipilihnya tempat padat penduduk karena bandar narkoba berkeyakinan akan semakin mudah memasarkan produknya, mengingat perumahan padat biasanya tidak terlalu jauh dari pusat kota. Dan dengan menyewa perumahan kecil bandar narkoba bisa berpindah dengan cepat dan mobilitasnya tinggi guna menghapus jejak dari kejaran Polri. Itu penting supaya pabriknya tidak mudah terdeteksi dan aman.

Semakin pandai dan cerdiknya bandar narkoba dalam mengkamuflase base camp-nya supaya terhindar dari endusan aparat kepolisian membuat masyarakat perlu meningkatkan partisipasinya dalam membentuk keamanan internal di wilayahnya. Belajar dari peristiwa tersebut, di mana penjahat narkoba memanfaatkan kelengahan masyarakat sebagai modal utama mendirikan pabrik narkoba, maka sudah saatnya warga tergerak untuk memperketat lingkungannya.

Untuk itu penting sekali supaya Polri menggandeng masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga lingkungannya. Metode itu pernah dilakukan pada masa lalu dan terbukti efektif menangkal segala bentuk kejahatan terorganisir. Pasalnya jika kesempatan tidak ada maka akan sulit bagi bandar narkoba untuk menjalankan rencananya.

Karena itu mulai sekarang peraturan lama, di mana setiap orang yang tidak dikenal diharuskan wajib lapor kepada Ketua RT/RW perlu diterapkan. Itu supaya memudahkan pandataan penduduk dan menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan. Sehingga keamanan wilayah bisa terjaga dan aktivitas warga bisa diketahui.

Saling bersilaturahmi dengan berkunjung ke tetangga juga perlu digalakkan. Jangan sampai punya tetangga baru, namun tidak tahu aktivitas yang dikerjakannya dalam rumah. Dan setiap warga yang mencurigai apa pun itu harus secepatnya melaporkan kepada Ketua RT/RW yang nantinya ditembuskan kepada aparat kepolisian untuk turun ke lapangan. Jika kondisi itu terwujud, maka akan sulit bagi bandar narkoba untuk mendirikan pabrik narkoba di perumahan.

Erik PP

Aktivis Pers Kampus UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: