Menanti Peran Lebih Kaum Wanita

Juma, 22 Mei 2009 (Jurnal Nasional)

Seperti diketahui, selama ini peran wanita dalam banyak segi selalu berada di belakang laki-laki, salah satunya di ajang perpolitikan. Padahal jika bisa berperan lebih besar dibanding sekarang diyakini kondisi bangsa Indonesia tak terpuruk seperti sekarang. Tak hanya itu, sebagain kalangan yakin bila wanita diberikan peran lebih dan tak selalu dipandang remeh kemampuannya, kontribusi wanita terhadap Tanah Air bisa lebih signifikan.

Namun sayang, masih banyak pula kalangan yang menganggap remeh kecakapan wanita dalam menangani pekerjaan. Sehingga sampai saat ini wanita banyak yang hanya cuma bekerja di dapur, sumur, dan kasur, karena tak diberi akses lebih oleh kaum laki-laki.

Dalam bidang politik yang berhubungan dengan kesejahteraan rakyat Indonesia. Peran wanita tak boleh diabaikan. Meskipun kontribusinya terhadap kebijakan publik masih perlu ditingkatkan, tetapi perlu diingat bahwa hingga sekarang belum pernah ada anggota DPR-RI wanita yang terlibat korupsi. Berbeda dengan pria yang sudah banyak tertangkap basah mencuri uang negara hingga dijebloskan ke penjara oleh KPK.

Kondisi itu bukan serba kebetulan, melainkan memang wanita lebih hati-hati dan tak gampang tergiur oleh materi yang menyilaukan mata. Sikap santun bisa ditunjukkan oleh wanita penghuni Senayan. Buktinya, ketika banyak anggota dewan pria sampai baku hantam antarfraksi dalam membahas aturan perundang-undangan, para wanita tak sampai terpancing untuk ikut-ikutan dan mampu menahan diri. Berkaca dari itu, saya simpulkan bila wanita dibeberapa segi bisa lebih mampu menjaga diri tak tergiur perebutan kekuasaan dan menunjukkan kinerja lebih baik.

Di lain bidang, banyak sekali keunggulan wanita yang tak dimiliki kaum pria. Misalnya, telaten, sabar, pengertian, dan tanggungjawab, dalam melayani pekerjannya. Semua pribadi yang melekat itu tak bisa menjadi modal bagi wanita untuk melakukan pekerjaan lebih baik daripada laki-laki yang kadang ogah-ogahan menyelesaikan tugasnya. Karena itu, seandainya wanita diberi kesempatan lebih dan tak hanya mengurusi rumah tangga semata, saya yakin keadaan negeri ini pasti lebih terangkat dan derajatnya naik.

Memang tak perlu sampai menggelorakan semangat emansipasi dan menyuarakan gerakan feminism karena menyalahi kodrat. Tetapi kaum pria jugah arus sadar bahwa wanita tak baik jika selamanya wanita tak pernah diberi kesempatan untuk berbuat lebih dalam berkarya untuk bangsa dan negaranya dalam berbagai sektor kehidupan.

Untuk itu, semoga ke depannya akan semakin banyak bermunculan ‘wanita tangguh’ yang dapat memberikan kontribusi bagi Indonesia. Dan mereka bisa meningkatkan perannya agar mendapatkan tempat lebih layak dan tak dipandang sebelah mata lagi guna menciptakan kehidupan lebih baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Erik Purnama P.

Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: