Surat Terbuka untuk Capres-Cawapres

Suara Pembaca, Jumat, 5 Juni 2009 (Surabaya Pagi)

LENGKAP sudah peserta pemilihan presiden (pilpres) pada 8 Juli. Setelah melalui perundingan alot di tingkat jajaran pimpinan setiap partai politik (parpol) didapat 3 pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang bakal berkompetisi merebut kursi Istana Negara. Pasangan capres dan cawapres pertama yang mendeklarasikan dan mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win), yang diusung Partai Golkar dan Partai Hanura. Yang terkenal dari pasangan ini adalah tagline yang diusungnya, yakni Lebih Cepat Lebih Baik.

Selanjutnya ada pasangan Megawati-Prabowo (Mega-Pro), yang disokong PDI-Perjuangan dan Partai Gerindra. Pasangan ini adalah yang paling terakhir mendeklarasikan diri sebab antaranya keduanya terjadi saling tarik ulur dan tak menemukan kesepakatan tentang siapa yang harusnya jadi. Karena di satu sisi PDI-P merasa unggul dengan jumlah perolehan suara dan mesin partainya yang besar, sedangkan Gerindra memiliki sosok popularitas Prabowo yang diyakini mampu mengimbangi figur SBY dan dana melimpah sebagai modal kampanye. Namun akhirnya keduanya sepakat berkoalisi dengan berbagai bargaining tertentu, di mana Megawati sebagai capres dan Prabowo cawapres.

Pasangan ketiga adalah incumbent Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kali ini menggandeng kalangan professional, yaitu mantan Gubernur BI Boediono sebagai pendampingnya. Dengan perolehan Partai Demokrat (PD) yang cukup tinggi membuat capres SBY dengan percaya diri tidak memasangakan tokoh dari kalangan politikus sebagai cawapresnya. Hal itu bisa dimaklumi, meskipun tidak mengusung tokoh, namun berkat popularitas dan koalisi besarnya yang sudah melebihi separuh kursi di parlemen membuat SBY tak mau mengambil resiko politik dengan menggandeng tokoh parpol.

Di samping untuk kepentingan baik perjalanan jangka panjang bangsa ini supaya pemimpin bangsa bisa dari semua kalangan. Juga, untuk kepentingan PD agar 5 tahun lagi bisa tetap sebesar sekarang sebab Boediono bukan berasal dari parpol. Sehingga keberhasilan pemerintahan nanti tak bakal diklaim partai lain, kecuali PD. Semua itu sudah dikalkulasikan SBY sebagai strategi menghadapi pilpres dalam jangkan pendek dan pemilu 5 tahun lagi dalam jangka panjang.

Dari ketiga pasangan itu, saya menilai semuanya orang lama dan bagian dari pemerintahan sebelumnya. Sehingga rakyat bisa menilai track record sebagai pegangan untuk menilai kapasitas dan kapabilitas pasangan masing-masing agar ketika di hari pemilihan suara dapat obyektif dalam memilih. Masyarakat bisa menilai dengan jeli dan kritis setiap pasangan capres dan cawapres agar tak salah pilih ketika hari pemiliha berlangsung. Itu perlu diperhatikan sebab mereka yang akan mengendalikan dan membawa bangsa ini jangka lima tahun ke depan. Karena jika sampai salah pilih, maka nasib bangsa Indonesia akan semakin terpuruk dan bukannya lebih baik.

Untuk itu rakyat jangan mudah tergiur beragam janji manis yang ditawarkan setiap capres maupun cawapres, yang bersifat muluk-muluk dan enak didengar dengan tujuan hanya ingin merebut simpati pemilih saja. Sehingga tak ada salahnya bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang sudah terbukti bekerja dengan baik membuat kebaikan bagi peningkatan kualitas pembangunan bangsa, bukannya terjebak pada program yang ditawarkan capres-cawapres, yang sifatnya hanya menyenangkan ketika didengarkan atau dibaca, namun tak masuk akal. Karena itu, sudah sepatutnya calon pemimpin negeri ini juga mesti bisa menunjukkan kehebatannya sebab yang dibutuhkan saat ini adalah peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat, tak cuma obral janji melulu.

Karena rakyat sudah muak dengan keadaan saat ini yang cenderung tak berpihak pada kaum lemah dan hanya menguntungkan segelintir elite. Sehingga saya sarankan Presiden RI terpilih nanti wajib mengutamakan rakyat dan menyejahterakan dengan menyediakan banyak lapangan kerja. Hal itu tak cukup hanya dengan janji melainkan perlu dilakukan dengan kontrak politik. Semoga seruan saya ini didengarkan pemimpin negeri ini.

Erik Purnama Putra

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: