Daya Saing Indonesia dan Peningkatan Kesejahteraan

Kamis 11 Juni 2009 (Jurnal Nasional)

KABAR bagus diterima pemerintah dan rakyat Indonesia setelah hasil rilisan terbaru IMD Competitiveness Years Book 2009 menyebut bahwa peringkat daya saing produk Indonesia mengalami peningkatan pesat dibanding tahun lalu. Jika pada 2008, Indonesia berada pada peringkat 51, tahun ini melesat 9 peringkat dan bertengger di rangking 42. Dibanding negara lain, lonjakan peringkat Indonesia paling banyak dan sekarang di atas Venezuela, Yunani, Italia, Turki, dan Filipina.

Metode yang digunakan IMD Competitive Center dalam upayanya mengukur peringkat tersebut adalah dengan menggunakan empat kategori secara umum, serta melihat indeks kesiapan negara dalam menghadapi krisis ekonomi yang sudah merontokkan banyak negara maju dunia. Dan dari penilaian ketat itu dilakukan pemeringkatan berdasar hasil angka penjumlahan.

Jika dijabarkan, dari keempat kategori yang diukur, pertama dari tinjauan ekonomi, yakni aspek pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), inflasi, jumlah pengangguran, neraca perdagangan, dan ketahanan ekonomi negara. Kedua, bisnis, mencakup praktik etika dan kredibilitas perusahaan besar dan kewirausahaan. Ketiga dari aspek pemerintahan yang mengukur pengelolaan keuangan publik, aturan hukum, kebijakan dan keputusan pemerintah, dan birokrasi pemerintahan. Kategori keempat, adalah risiko instabilitas politik, kerekatan sosial, adaptasi masyarakat, kesiapan masyarakat menghadapi globalisasi, dan reformasi ekonomi sosial.

Di sisi lain, dalam menentukan peringkat, IMD juga menggunakan 329 kriteria yang digunakan sebagai indikator obyektif untuk menentukan data statistik dan hasil kuantitatif lainnya. Sehingga dari semuanya langkah yang ditempuh lembaga think tank dari Swiss tersebut, didapat peringkat Indonesia melompat drastis.

Prestasi Indonesia tak cukup itu. Selain pencapaian bagus di bidang kompetitif daya saing produk, bangsa ini meraih pencapaian positif di bidang efisiensi kinerja pemerintahan yang berada pada posisi 31 dari tahun sebelumnya yang masih 38. Sedangkan rangking efisiensi menjalankan bisnis pada 2009, di Indonesia tak luput ikut meningkat 6 peringkat ke angka 38 dari peringkat 44 tahun sebelumnya.

Realita hasil peringkat yang dilakukan lembaga asing itu bisa dijadikan patokan bahwa negeri ini sedang mengalami progress kemajuan yang terus meningkat. Mengingat di lain pihak ketika banyak negara besar harus rontok akibat resesi ekonomi global, ekonomi di negeri ini tetap tumbuh meski tak sebesar tahun 2009. Sehingga diharapkan ke depannya pemerintah bisa lebih meningkatkan kinerjanya supaya perekonomian Indonesia semakin berkembang pesat dan hasil produk Indonesia bisa diekspor ke seluruh negara di dunia supaya kesejahteraan masyarakat lebih baik dibanding sekarang.

Karena jika produk olahan dalam negeri hasil kreasi anak bangsa dan perusahaan nasional dapat diekspor ke luar negeri, maka Indonesia bisa berjaya dan semakin dikenal bangsa lain. Dan yang terpenting, pemerintah wajib meningkatkan efisiensi birokrasi guna menunjang sektor ekonomi sebagai basis menyejahterakan rakyatnya.

Erik Purnama Putra
Mahasiswa UMM
Kampus III Unmuh, Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: