Gudangkan Semua Pesawat Tua

Sabtu, 6 Juni 2009 (Jurnal Nasional)

TRAGEDI jatuhnya pesawat Hercules jenis C-130 pada minggu lalu menimbulkan perdebatan banyak pihak. Bagi kalangan pengamat dan kubu oposisi jatuhnya pesawat angkut milik TNI-AU tersebut ditengarai akibat tidak layak terbang. Sedangkan pemerintah dan petinggi TNI-AU menyangkal keras pendapat itu karena pada dasarnya pesawat yang telah menewaskan 100 orang lebih itu kondisinya cukup baik sehingga dapat diterbangkan.

Di balik kejadian yang mendapatkan sorotan dunia internasional itu, harus diakui bahwa kemampuan pemerintah dalam mengalokasikan biaya untuk pembelian maupun perawatan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) militer di Indonesia jauh dari mencukupi. Di samping anggaran APBN memang masih belum mampu memenuhinya, juga diakibatkan persenjataan dan peralatan temput milik TNI banyak yang sudah usang dan dipaksakan digunakan, meskipun menimbulkan resiko buruk yang tak dapat diperkirakan.

Apapun opini yang berkembang di masyarakat, tetap memunculkan kesepakatan bersama bahwa jatuhnya pesawat Hercules yang dibeli di masa awal pemerintahan Orde Baru tersebut merupakan belum cukupnya biaya perawatan rutin pesawat yang disebabkan anggaran negara dalam APBN belum ideal. Karena dari Rp 1,1 triliun, baru dapat dipenuhi pemerintah sebesar Rp 100 milyar. Sehingga meskipun dibantah keras pemerintah bahwa penyebab kecelakaan pesawat Hercules akibat kurangnya biaya perawatan, namun tetap saja publik tak bisa dibohongi dan kenyataannya seperti itu.

Tetapi sayang, dalam perkembangannya antara pemerintah maupun pengamat maupun kubu oposisi terjebak dalam perang statemen di media massa daripada melakukan upaya khusus guna mencari solusi tepat untuk mengatasi keadaan itu. Karena saya berpikir lebih baik semuanya bersatu dan membentuk sebuah strategi khusus agar dikemudian hari kejadian mengerikan itu tak terulang kembali.

Namun dibalik itu semua, saya menyarankan agar pihak pemerintah maupun jajaran petinggi TNI-AU untuk melakukan tindakan luar biasa dengan meng-grounded (menggudangkan) semua pesawat yang sudah udzur dan tak laik terbang. Hal itu penting dilakukan agar dikemudian hari kecelakaan serupa tak terulang kembali. Mengingat di sini lebih dipentingkan untuk memprioritaskan keselamatan manusia daripada tetap menerbangkan pesawat tetapi membahayakan penumpang.

Langkah itu mungkin terbilang ekstrem dan membahayakan negara karena memang kadang pesawat digunakan untuk latihan militer. Tetapi itu lebih mendesak dilakukan hingga keadaan membaik dengan ditingkatkannya anggaran perawatan pesawat daripada mengorbankan sisi kemanusiaan. Jangan sampai prajurit tentara takut menerbangkan pesawat karena berpotensi kecelakaan. Jika kondisi itu terjadi maka kerugian akan lebih besar akibat tentara takut naik pesawat karena takut jatuh. Sehingga jalan terakhir dan aman adalah menyimpan pesawat sampai benar-benar dapat dipastikan kondisinya cukup baik untuk diterbangkan.

Erik Purnama Putra
Mahasiswa UMM
Gedung SC Lt.1 Bestari Kampus III Unmuh Malang

Satu Tanggapan to “Gudangkan Semua Pesawat Tua”

  1. wah pmrintah jgN PliT-PlIt DoNk…..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: