Dukung SBY Lanjutkan Pemerintahan

Selasa, 30 Juni 2009 (Jurnal Nasional)

BERBAGAI prestasi yang telah diukir pemerintah selama hampir lima tahun ini telah mampu membawa banyak perubahan bagi bangsa ini. Salah satu raihan pencapaian penguasa yang paling menonjol adalah meningkatnya anggaran bidang pendidikan dalam APBN sebesar 20 persen.

Menjadi catatan penting sebab untuk pertama kalinya dalam sejarah perjalanan Indonesia sejak merdeka, baru di bawah kendali Presiden SBY yang terlihat memiliki kemauan politik kuat untuk menjadikan pendidikan sebagai pondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM), yang diharapkan mampu berimbas pada tegaknya kekuatan bangsa. Maka itu, tak berlebihan jika saya sebut pemerintah sekarang telah berada dalam on the right track sebab dibanding pendahulunya, pemerintahan sekarang jelas sekali memiliki pandangan futuristik guna memujudkan Indonesia lebih maju daripada saat ini.

Di samping itu, satu persatu permasalahan bangsa ini diselesaikan dengan baik, terbukti gejolak keamanan di Aceh dapat diselesaikan. Dan antara pihak pemerintah dan GAM bersedia menandatangani perjanjian damai yang mampu mengundang decak kagum dunia internasional. Setali tiga uang, gangguan keamanan di Poso, Ambon, dan Papua juga relatif menurun dibanding tahun 2004. Itu semua berkat berbagai kebijakan pemerintah yang dirasa mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat yang hidup di daerah tersebut sehingga dengan sendirinya rakyat akhirnya menyadari bahwa pemerintah pusat memiliki kepedulian tinggi terhadap daerah. Karena itu, ketertiban dan keamanan di beberapa daerah konflik itu sekarang mulai tenang dan tingkat gangguan menurun drastis.

Yang terbaru, di masa penguasa sekarang, Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura dapat diselesaikan. Sehingga Indonesia memiliki jembatan megah sekaligus terpanjang di Asia Tenggara, yang merupakan hasil kreasi ciptaan anak bangsa. Semua prestasi itu lagi-lagi diukir di bawah pemerintahan Presiden SBY.

Dalam kebijakan luar negeri, utang Indonesia kepada IMF sudah dibayar lunas dan rasio utang terhadap PDB susut hingga 30 persen. Padahal pada masa awal reformasi, rasio utang luar negeri terhadap PDB sebesar 100 persen. Sehingga setelah 10 tahun berlalu dan di masa pemerintahan sekarang yang bekerja keras, rasio utang mampu diturunkan hingga 70 persen. Sebuah pencapaian fantastis yang patut dicaungi dua jempol. Karena itu, lembaga CGI akhirnya harus dibubarkan sebab Indonesia semakin mandiri mengurusi pembangunan sendiri tanpa perlu campur tangan asing.

Memang harus diakui semua itu bukan karena hasil satu orang semata. Namun wajib diingat segala pencapaian itu terjadi ketika SBY menjadi Presiden RI. Dan mau tak mau orang wajib mengakui bahwa kepemimpinan SBY yang membuat semua prestasi itu mampu diukir. Maka itu, tak ada salahnya jika pemerintahan saat ini perlu dilanjutkan agar program pembangunan bisa diteruskan.

Jika dunia internasional saja mengakui kehebatan SBY dengan menempatkannya sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia versi majalah Time pada 2009, maka tak ada alasan untuk tidak memberikan kepercayaan kembali kepada SBY memimpin Indonesia.

Erik Purnama Putra
Pegiat Pers Bestari UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: