Mencegah Meluasnya Flu Babi

Jumat, 10 Juli 2009 (Jurnal Nasional)

SETELAH cukup lama mampu menghindari penyebaran flu babi di Indonesia, akhirnya dalam waktu cukup singkat di Tanah Air sudah ditemukan penderita yang dinyatakan suspect flu babi. Seperti data yang dilansir Departemen Kesehatan RI menyebut jumlah pengidap yang sudah ditangai dan dikarantina mencapai 8 orang. Kondisi itu jelas mengkhawatirkan masyarakat sebab penyebaran kasus influenza H1N1 terus tak terkendali dan meningkat cepat.

Memang jika dibandingkan dengan negara tempat pertama ditemukannya kasus flu babi di Amerika Serikat (AS) dan Meksiko, jumlah pengidap flu babi di Indonesia sangat kecil. Namun realita itu setidaknya jangan dianggap remeh dan dibiarkan berlanjut sebab penyebarannya yang sangat cepat dan tak terkontrol membuat flu babi jadi ancaman nyata terhadap kelangsungan hidup manusia.

Organisasi kesehatan dunia PBB, WHO baru-baru ini merilis jumlah angka kematian akibat flu babi seluruh dunia sudah mencapai 263 orang dari total 60 ribu kasus. Penularan yang sangat cepat tersebut membuat perlu dilakukan pencegahan luar biasa agar penyebaran penyakit tersebut tak semakin meluas.

Harus diingat penyebaran flu babi sangat cepat yang diakibatkan mobilitas manusia berkeliling dunia. Sehingga tak heran jika daerah rawan penularan flu babi didominasi area bandara internasional sebagai tempat masuknya orang asing ke negara lain. Dari cara penularan itulah virus H1N1 merebak ke seluruh penjuru dunia. Dan Indonesia tak luput dari daerah rawan mengingat Provinsi Bali yang menjadi jujugan wisatawan mancanegara menjadi daerah rawan penularan flu babi.

WHO sendiri memasukkan Bali ke dalam wilayah berpotensi tinggi terjadinya penularan flu babi. Sehingga jika dibiarkan akan memukul sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian warga pulau dewata tersebut. Maka itu, jangan sampai akibat merebaknya penularan virus H1N1 membuat Indonesia terkena travel warning hingga berakibat pada penurunan pendapatan masyarakat dari pemasukan turis asing yang berkunjung merosot.

Yang mesti ditingkatkan adalah penjagaan dan pemeriksaan turis asing ataupun penumpang domestik yang habis bepergian dari luar negeri. Karena dari merekalah virus menular ke semua negara dunia. Karena mencegah dinilai lebih baik daripada mengobat, sehingga pemerintah perlu ekstra waspada menyelidiki penyebaran virus H1N1. Karena itu, pihak Departemen Kesehatan perlu mengawasi mobilitas orang yang bepergian atau datang dari ke luar negeri.

Di samping itu, mewajibkan orang yang diidentifikasi terkena penularan flu babi agar mendapat perawatan serius di rumah sakit hingga sembuh mesti diupayakan. Pasalnya, tindakan menangani pasien suspect flu babi dan mengarantina merupakan langkah jitu agar tak semakin menyebar. Hal itu agar si pasien cepat sembuh dan masyarakat tak panic dan dihantui penyebaran penyakit mematikan tersebut.

Memang saat ini di Indonesia penyebaran flu babi masih dapat dikendalikan, namun jika tak ada penanganan serius dari pihak Depkes pasti pandemi flu babi akan menyebar dan masyarakat bisa panik jika penularan terus berlanjut.

Erik Purnama Putra
Mahasiswa Psikologi UMM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: