Bom Meledak, Pengangguran Meningkat

Rabu, 29 Juli 2009 (Surabaya Post)

TEROR bom kembali terjadi dan situasi keamanan Indonesia kembali menjadi sorotan dunia internasional. Dampaknya, citra negeri ini kembali tercoreng dan stabilitas keamanan langsung kacau. Keadaan menjadi rumit setelah beberapa negara mengeluarkan travel warning kepada warganya sehingga membuat wisatawan mancanegara menjadi takut untuk berkunjung ke Indonesia. Itulah gambaran buruk akibat tragedi peledakan bom yang disinyalir dilakukan teroris.

Efek buruk berlanjut pada sektor investasi, di mana investor asing banyak yang tak jadi menanamkan investasinya di Indonesia. Kalangan pemilik modal takut menanamkan investasinya karena menganggap Indonesia memiliki resiko tinggi dalam hal keamanan. Harus diakui, terjadinya ledakan bom bunuh diri di Ibu Kota yang mampu membuat instabilitas keamanan terganggu hingga berimbas pada turunnya kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di sini. Sehingga para investor seperti dilansir media massa tak jadi masuk menanamkan investasinya di Indonesia.

Untuk itu, sudah seharusnya pemerintah ekstrakerja keras dalam memulihkan kepercayaan dunia internasional agar tetap menjadikan Indonesia sebagai jujugan investor. Karena jika tak ada penambahan investor maka lapangan kerja tak tersedia, yang bakal diikuti dengan meningkatnya jumlah pengangguran. Mengingat lapangan kerja yang seharusnya banyak malah tak tersedia hingga tenaga kerja tak terserap yang diikuti naiknya jumlah pengangguran.

Realita itu harus ditanggapi secara serius oleh pemerintah untuk segera tanggap membaca keadaan agar kondisi perekonomian negeri ini agar tak anjlok. Pasalnya, belum lepas dari cengkeraman resesi global yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia susut, pemerintah dihadapkan pada kenyataan bahwa pertumbuhan ekonomi terganggu.

Kondisi itu jelas menjadi tantangan bagi pemerintah, apalagi capres terpilih sangat ahli di bidang ekonomi sehingga menjadi tantangan menjanjikan untuk bisa menunjukkan kemampuannya dalam mengatasi persoalan ekonomi yang semakin berat. Boediono wajib mengidentifikasi dampak ekonomi yang timbul akibat kejadian teror bom supaya bisa cepat melakukan recovery supaya roda ekonomi masyarakat digerakkan lagi. Sehingga jika mampu mengatasi keadaan genting ini, maka pemerintah akan dicatat dalam sejarah perjalanan bangsa sebagai pemimpin berhasil sebab keadaan memang membutuhkan penangangan serius.

Menyelesaiakan persoalan terorisme tentu menyita banyak waktu dan tenaga, namun pemerintah jelas tak boleh melupakan aspek ekonomi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pertumbuhan harus terus digenjot dan jangan sampai kehilangan momentum. Pemerintah wajib meyakinkan kepada dunia internasional bahwa situasi keamanan sudah kondusif dan investor dapat menanamkan modalnya tanpa perlu takut sebab situasi telah kondusif. Maka itu, kebijakan yang dikeluarkan mesti mampu menarik kalangan investor dan proekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena jika tidak, pengagungguran dipastikan jumlahnya akan bertambah banyak.

Erik Purnama Putra
Mahasiswa dan Aktivis Pers Kampus Bestari UMM

2 Tanggapan to “Bom Meledak, Pengangguran Meningkat”

  1. Bom meledak meningkatkan pengangguran,
    Pengangguran memicu bom meledak, begitu kali ya?

  2. Maybe no, maybe yes, hehe

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: