Jangan Terpukau Promosi PT

Jumat, 7 Agustus 2009 (Jurnal Nasional)

SEKARANG ini, banyak siswa SMA yang sudah lulus berjuang mencari perguruan tinggi (PT) untuk menempuh jenjang pendidikan selanjutnya. Biasanya di saat seperti itu adalah masa di mana banyak perguruan tinggi swasta (PTS) saling berlomba mengiklankan diri guna menarik minat mahasiswa sebanyak mungkin agar kuliah ditempat PT bersangkutan pascapenerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) ditutup.

Biasanya yang melakukan jor-joran memasang iklan adalah PTS tertentu yang memiliki kemampuan financial cukup, mengingat untuk PT negeri tak masalah karena sudah pasti dijubeli calon mahasiswa. Karena itu, pada masa inilah dapat dikatakan sebagai momen yang paling rawan bagi calon mahasiswa yang akan menuntut jenjang pendidikan di kampus. Pasalnya jika sampai mereka salah pilih universitas, maka hal itu bisa menimbulkan sebuah penyesalan yang berkepanjangan.

Banyak PT yang mengiklankan diri tujuan utamanya adalah untuk menjaring mahasiswa sebanyak-banyaknya.
Banyak segala hal yang dijual PT tersebut yang kadang hal itu terasa berlebihan, dan salah satunya adalah menjual bangunan secara fisik sebagai penarik agar calon mahasiswa tertarik kuliah di tempat itu. Maka itu, kadang yang diiklankan tak sesuai dengan realita yang ada ketika mahasiswa sudah kuliah di situ. Biasanya pada awal masuk kuliah mahasiswa akan disambut dengan senyum ramah, tetapi ketika masa penerimaan mahasiswa baru (maba) berakhir mereka akan dilayani apa adanya.

Di sinilah letak permasalahannya, biasanya banyak lulusan SMA yang langsung terpukau dengan iklan yang ditawarkan PTS. Memang mahasiswa yang masih minim referensi tidak bisa disalahkan sepenuhnya atas kondisi itu. Tetapi dengan makin gencarnya PTS yang mengiklankan diri di media massa (elektronik dan cetak) membuat banyak calon mahasiswa yang tertarik hingga memilih kuliah di situ.

Program promosi yang dilakukan PTS biasanya sangat beragam, mulai dari kualitas pendidikan dosennya, output yang dihasilkan, saran dan prasarana yang dimiliki, potongan biaya masuk gedung, tawaran beasiswa, hingga jualan gelar nama dosen terkenal, yang tentu saja hal itu pasti memikiat banyak calon maba untuk kuliah di PT tersebut.

Padahal PTS yang baik bukan hanya dilihat dari aspek itu-itu saja. Melainkan juga masih banyak faktor lain yang membuat sebuah PT dapat dikatakan memiliki keunggulan akademik. Pengalaman dari tahun lalu yang banyak memakan korban, di mana banyak mahasiswa yang setelah kuliah di PT yang bersangkutan akhirnya mengeluh karena segala sarana yang dijanjikan selama promosi ternyata tak didapatkan selama kuliah berlangsung.

Karena sudah banyak mahasiswa yang akhirnya hanya bertahan satu semester di PTS karena apa yang diterimanya selama kuliah ternyata tidak sama dengan apa yang dijanjikan selama promosi. Kita tak bisa menyalahkan sepenuhnya PT bersangkutan, sehingga dari diri sendiri yang sekarang harus berhati-hati dan tak mudah percaya dengan segala penawaran promosi yang disedikan PT. Boleh-boleh saja PT menjual nama dosen terkenal atau guru besarnya, namun hal itu bukan merupakan sebuah jaminan mutu seratus persen bahwa di PT tersebut kualitasnya memang baik dan layak untuk anda kuliah di situ.

Erik Purnama Putra
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: