Keajaiban Taman Nasional Komodo

Rabu, 29 Juli 2009 (Jurnal Nasional)

SAAT ini, organisasi New 7 Wonders yang dipimpin petualang Bernard Weber berpusat di Jenewa Swiss, sedang menggelar perhelatan akbar, di mana setiap orang di dunia bisa turut berpartisipasi dalam kegiatan menentukan tersebut. Kesempatan itu terbuka lebar bagi setiap individu yang ingin ikut berpartisipasi dalam ajang pencarian 7 Keajaiban Alam Baru untuk menggantikan yang 7 Keajaiban Dunia lama melalui metode polling.
Caranya yang ingin menyalurkan suara adalah dengan wajib memberikan dukungan suaranya melalui sambungan telepon maupun internet. Babak final dan pengumuman baru diumumkan pada 2011, sehingga setiap warga negara Indonesia hendaknya turut berpartisipasi. Memang masih lama, tetapi hal itu jangan sampai dilewatkan masyarakat sebab dari 28 finalis tempat New 7 Wonders of Nature terpilih, Indonesia termasuk salah satu kandidatnya.
Adalah Taman Nasional Komodo yang berada di Pulau Komodo menjadi calon New 7 Wonders, yang bakal bersaing dengan tempat menakjubkan lainnya di belahan bumi, seperti Grand Canyon (AS), Black Forest ( Jerman), Moher Cliffs (Irlandia), Gunung Kilimanjaro (Afrika), Kepulauan Galapagos (Ekuador), dan Gunung Matterhorn (Swiss). Beberapa kandidat itu merupakan saingan berat Taman Nasional Komodo yang harus disingkirkan agar Pulau Komodo diakui sebagai 7 Keajaiban Dunia Baru melalui jumlah pengumpulan suara terbanyak.
Ikut berpartisipasi merupakan langkah positif jika ternyata nantinya suara kita mampu membuat Pulau Komodo meraih posisi teratas. Karena jika sampai masuk dalam 7 Keajaiban Alam Baru, maka Indonesia akan banyak mendapatkan keuntungan. Di samping akan dipromosikan oleh dunia internasional, juga keberadaan Taman Asional Komodo akan lebih terawat sebab perlindungan yang didapat semakin ketat. Lingkungan pun akan lebih terawat.
Namun tujuan ikut polling tak hanya sebatas itu, sebab keberadaan hewan Komodo merupakan salah satu hewan yang sanggup bertahan dari kepunahan zaman dan tetap dapat beradaptasi dengan lingkungan modern. Sehingga dapat dikatakan kekayaan alam tak ternilai harganya tersebut berada di bumi Indonesia, yakni komodo yang merupakan hewan reptil purba yang sanggup bertahan dari gejala alam yang mampu memusnahkan peradaban kehidupan zaman dulu.
Tak hanya Nusa Tenggara Timur dan Indonesia, saya yakin masyarakat dunia juga mengakui bahwa keberadaan Taman Nasional Komodo merupakan warisan terbesar yang harus dijaga. Karena seperti perkiraan petugas, saat ini di dunia hanya tinggal 4000 ekor komodo yang masih tersisa. Keberadaannya perlu dilindungi agar tak punah seperti dinosaurus.
Kita tentu masih ingat bahwa Indonesia pernah menjadi bagian dari negara yang memiliki 7 Keajaiban Dunia melalui Candi Borobudur yang terkenal kemegahannya tersebut. Namun sayang, dalam kompetisi 7 Keajaiban Buatan Manusia pada 2007, Borobudur terlempar keberadaannya dan tak termasuk lagi sebagai 7 masterpiece dunia akibat tergeser bangunan lainnya.
Maka itu ketika ada satu kesempatan lagi bagi Indonesia untuk menunjukkan kekayaan alamnya maka tak ada salahnya setiap penduduk negeri ini ikut berpartisipasi aktif menyumbang suara agar Taman Nasional Komodo dapat menjadi bagian 7 Keajaiban Alam Baru. Mengingat tentu merupakan kebahagiaan yang teramat sangat dan sekaligus penghargaan sebab keberadaan Pulau Komodo diakui oleh dunia.

Erik Purnama Putra
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: