Mengembangkan Industri Kreatif

Jumat, 7 Agustus 2009 (Surya)

DI saat krisis ekonomi global belum berlalu, geliat ekonomi Indonesia tetap berjalan dan tumbuh. Salah satunya didukung oleh berkembangnya industri kreatif yang keberadaannya mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Untuk diketahui, industri kreatif merupakan kumpulan subsektor industri yang bergerak di bidang periklanan, kerajinan, seni pertunjukan, film (movie), video dan fotografi, televisi dan radio, arsitektur, desain (interior), musik, layanan komputer, fashion, pasar barang seni, permainan interaktif, penerbitan dan percetakan, serta penelitian dan pengembangan.

Semua sektor industri kreatif dapat tumbuh pesat dan tak terpengaruh resesi global yang di saat bersamaan menghantam sektor industri ekspor dan hasil tambang. Tak ada salahnya, pemerintah memperhatikan industri tersebut agar ke depannya dapat semakin berkontribusi bagi peningkatan perekonomian negara.

Sepanjang 2004-2008, sumbangan industri kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) rata-rata 6,3 persen. Apalagi, jika memasukkan produksi usaha kecil menengah (UKM) dan industri rumah tangga, kontribusi industri kreatif terhadap PDB mencapai 8 persen. Sebuah angka cukup besar dan perlu diperhitungkan pula sebab sektor itu pada 2006 berjumlah 5,4 juta unit usaha dan mempekerjakan jutaan orang yang menggantungkan hidupnya di situ.

Dalam rancangan Kadin, diproyeksikan dalam jangka panjang industri kreatif diharapkan mampu menyumbang sampai 11 persen PDB Indonesia. Mau tidak mau, diperlukan political will pemerintah untuk memperhatikan sektor industri itu. Selain mampu bertahan di masa sulit, keberadannya dapat menyerap banyak tenaga kerja hingga membuat pengangguran berkurang.

Berangkat dari itu, baik kiranya pemerintah mendengarkan aspirasi para pegiat industri kreatif yang menyeru untuk diberikan keringanan insentif pajak melalui program pengurangan biaya penelitian dan pengembangan. Dipastikan, jika dilaksanakan, daya saing industri kreatif dalam negeri akan lebih baik dan mampu bersaing dengan produk negara maju.

Penghapusan pajak ganda juga diperlukan agar industri kreatif dapat lebih berkibar dalam
mengembangkan sayapnya. Kondisi itu tak boleh ditawar lagi oleh pemerintah sebab dalam road map Departemen Perindustrian 2025, disebutkan industri kreatif diupayakan menjadi pilar keempat perekonomian nasional, yang keberadaannya bakal menemani sektor pertanian, industri dan jasa.

Mulai sekarang seyogianya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sudah harus terintegrasi dan memberikan keleluasaan bagi industri kreatif untuk dapat berkembang dan berinovasi supaya tetap eksis mengangkat ekonomi bangsa.

Oleh Erik Purnama Putra
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: