Sarjana Nganggur Akibat Kelalaian Semasa Kuliah

Selasa, 4 Agustus 2009 (Surabaya Post)

Data Dirjen Dikti Depdiknas tahun 2008 menyebutkan bahwa jumlah pengangguran terdidik di Indonesia mencapai 2 juta orang. Angka itu terdiri 1,2 juta bergelar sarjana, dan diploma berjumlah 800 ribu. Angka itu dianalisis banyak pakar ekonomi akan terus bertambah seiring resesi global yang membuat pertembuhan ekonomi negeri ini menurun akibat nilai investasi, baik asing maupun dalam negeri yang menanamkan modalnya di Indonesia berkurang dibanding tahun sebelumnya.

Kondisi mengerikan yang membuat banyak sarjana maupun calon sarjana menjadi ketakutan sebab ternyata lapangan kerja yang tersedia jumlahnya tak sebanding dengan angkatan kerja yang jumlahnya terus meningkat. Maka itu tak salah saya menilai bahwa sudah saatnya bagi mahasiswa yang belum menjadi sarjana agar semasa kuliah mampu memaksimalkan segala waktunya untuk meningkatkan skill sebagai bekal mengarungi dunia kerja setelah lulus nanti.

Hal itu penting dilakukan supaya mahasiswa tak kaget dengan dunia kerja yang sangat jauh berbeda dengan dunia kampus. Mengingat saat ini tuntutan industri semakin berat dan hanya pencari kerja yang memiliki kualifikasi sesuai yang bakal terserap dunia kerja. Dan supaya skill yang dimiliki mahasiswa sinkron dengan tuntutan pasar kerja maka mahasiswa harus menempa dirinya dengan berbagai usaha selama masih berstatus mahasiswa.

Bukannya seperti selama ini, seperti pengalaman yang saya jumpai, di mana semasa masih mahasiswa banyak individu hanya terlibat perkuliahan semata. Setelah aktivitas proses belajar mengajar di kelas dengan dosen selesai banyak yang ltak menempa dirinya aktif di organisasi. Padahal tak sedikit pula yang ketika mengikuti perkualihan hanya duduk dan pasif mendengarkan dosen berbicara panjang lebar. Sehingga ilmu yang didapat tak maksimal.

Kondisi bertambah parah ketika melihat fenomena mahasiswa datang ke kampus hanya untuk mengikuti rutinitas perkuliahan. Namun di luar itu, waktu senggangnya hanya diisi dengan kegiatan nongkrong sambil bicara ngalor ngidul dengan sesama temannya. Sementara untuk sekedar meluangkan waktu berkunjung ke perpustakaan sebagai gudang ilmu tak sempat dilakukan.
Waktu luangnya pun tidak untuk digunakan dengan diisi berbagai kegiataan bermanfaat seperti aktif di organisasi, mengikuti berbagai seminar atau forum kajian ilmiah yang termasuk kegiatan positif. Yang terjadi semasa mahasiswa hanya bersenang-senang dan tak mempedulikan tujuannya untuk mendapatkan ilmu bermanfaat sebagai bekal mengarungi dunia kerja setelah meraih titel sarjana.

Maka itu, ketika sudah mengantongi gelar akademik yang cukup bergengsi sekali pun sering terjadi seseorang masih kesulitan mendapatkan kerja sebab tak punya skill mumpuni yang menjadi tuntutan mutlak dunia kerja. Jika seperti itu, tak ada lagi yang bisa diperbuat karena semuanya sudah terlambat. Dan kondisi itu yang sekarang ini dialami banyak sarjana ketika memasuki dunia kerja dengan modal ijazah semata, yang membuat pengangguran bertambah. Di waktu bersamaan, banyak pula perusahaan yang kesulitan mendapat tenaga kerja akibat minimnya skill yang dimiliki tenaga kerja.

Erik Purnama Putra
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
erikeyikumm@yahoo.co.id

Satu Tanggapan to “Sarjana Nganggur Akibat Kelalaian Semasa Kuliah”

  1. rauff risharasakti Says:

    Bagus2

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: