Memetik Hikmah Kehidupan dari Mbah Surip

Rabu, 19 Agustus 2009 (Surabaya Post)

KEMATIAN mendadak Urip Ariyanto atau biasa dikenal Mbah Surip mengagetkan banyak kalangan masyarakat. Dari rakyat jelata hingga Presiden SBY sampai harus mengomentari sosok yang dikenal bersahaja tersebut. Bagaimana tidak, di saat puncak popularitas berhasil diraih, Mbah Surip harus menghadapi takdir bahwa Sang Pencipta harus mengambil nyawanya. Maka itu, masyarakat Indonesia hampir tak percaya figur yang dikenal humoris tersebut sudah tiada.

Namun, di luar itu semua, banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari pria kelahiran 60 tahun itu. Salah satunya adalah dari aspek pilihan hidupnya yang tetap tak berubah meski ketenaran sudah diraihnya. Dari contoh itu, Mbah Surip mengajarkan kepada kita semua bahwa menjadi individu itu harus selalu ingat kepada sesama dan jangan mudah lupa diri.

Karena dari fenomena yang terjadi di masyarakat, kita dengan mudah menjumpai individu yang gampang berubah sikap atau gaya hidup setelah mendapatkan kecukupan materi luar biasa. Memang hal wajar jika seseorang akan mengalami perubahan perilaku ketika kehidupannya secara materi berlebih. Namun alangkah baiknya meniru Mbah Surip yang tetap hidup seperti sedia kala dengan tetap menjadi pribadi yang selalu memberikan keceriaan kepada sekitarnya dan hidupnya tak neko-neko.

Di samping itu, dari Mbah Surip kita dapat memetik hikmah berharga bahwa kakek yang terkenal dengan lagunya Tak Gendong tersebut ternyata tak melupakan aspek pendidikan sebagai jalan merengkuh kehidupannya. Karena seperti diketahui, Mbah Surip adalah seorang lulusan perguruan tinggi (PT) Amerika Serikat (AS) dengan meraih gelar bergengsi, Master of Bussines Administration (MBA). Meskipun tak mau menyebutkan dari universitas mana dia menempuh ilmu, semua orang akan sepakat bahwa Mbah Surip menempatkan pendidikan pada posisi penting sehingga harus sampai menuntut ilmu hingga ke negeri Paman Sam.

Yang patut diacungi jempol, dari penuturan orang terdekatnya semasa masih menjadi siswa dan mahasiswa, Mbah Surip sampai rela berjualan tahu hingga menjadi makelar bioskop untuk menyambung hidup. Sementara jika ada sisa, Mbah Surip menggunakannya untuk keperluan pendidikannya. Karena itu, dia sampai meraih gelar sarjana kimia dengan biaya sendiri dari hasil kerja kerasnya.

Gilanya lagi, Mbah Surip pernah merancang membuat pesawat dengan salah satu anak mantan Presiden RI, BJ Habibie. Meski gagal, setidaknya masyarakat bisa menilai bahwa di dalam diri Mbah Surip terkandung potensi luar biasa besar yang menunjukkan bahwa dia merupakan sosok yang memiliki kemampuan luar biasa dan dikarunia bakat, serta kemampuan hebat. Tak heran ketika dia menciptakan lagu yang liriknya terkesan asal-asalan, di luar dugaan lagunya dapat diterima seluruh lapisan masyarakat, hingga penjualan ring back tone (RBT) meledak di pasaran.

Memang secara fisik, Mbah Surip jauh dari individu yang memiliki ‘potongan’ wajah artis. Namun dari berbagai hal yang melekat pada diri pria penyuka minuman kopi hitam itu didapat banyak pelajaran penting yang dapat kita jadikan pegangan hidup agar menjadi pribadi positif dan dapat diterima masyarakat. Memang jasadnya sudah terkubur, tetapi karya dan sosok Mbah Surip bakal dikenang masyarakat Indonesia. I Love U Full, Mbah Surip!

Erik Purnama Putra
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: