Pilih Menteri dari Kalangan Profesional

Edisi No. 17, 16 Agustus 2009 (Majalah Forum Keadilan)

Setelah hasil rekapitulasi manual Komisi Pemilihan Umum (KPU) selesai dihitung dan ditetapkan bahwa pasangan SBY-Boediono memenangkan pilpres, tugas berat menghadang SBY dalam menentukan tokoh yang layak untuk dijadikan menteri. Tugas menyusun kabinet memang dapat disebut menguras tenaga dan membutuhkan kecermatan dalam menempatkan seseorang untuk menduduki jabatan menteri.

Pasalnya jika sampai salah orang, bisa jadi pemerintahan SBY akan mengalami hambatan dalam merealisasikan program yang ditujukan kepada masyarakat. Mengingat menteri merupakan kepanjangan tangan pemerintah yang bertugas membawahi departemen, sehingga dibutuhkan figur mumpuni yang memiliki kredibilitas tinggi dan track record bagus bagi seseorang sebelum menjabat sebagai menteri.

Maka itu, seyogyanya Presiden SBY untuk memberikan porsi besar jabatan menteri kepada golongan profesional yang terbukti memiliki integritas tinggi dalam menjalankan tugasnya. Di samping pengabdian kepada negara lebih fokus sebab tak direcoki kepentingan parpol, juga kinerjanya dalam mengeluarkan berbagai kebijakan tak didasari kepentingan politis yang menguntungkan golongan tertentu.

Kondisi berbeda jika menteri dari kalangan parpol yang kadang terlibat vested interest dalam menjalankan tugas kenegaraannya sebab sering rancu dengan kepentingan parpolnya. Meskipun tudingan itu tidak berlaku untuk menggeneralisasi, tetapi belajar dari pengalaman Kabinet Indonesia Bersatu terbukti ada menteri yang kinerjanya kurang loyal kepada negara dan lebih sibuk dengan urusan parpolnya.

Kita boleh melihat menteri dari kalangan profesional cukup menonjol dalam mengemban tugas yang dibebankan kepadanya, seperti Menteri Keuangan dan Menkominfo, yang mampu membuat gebrakan bagus ketika menjabat dengan mengeluarkan banyak program populis yang menguntungkan negara maupun rakyat. Dampaknya secara tak langsung membuat masyarakat mengakui hal itu sebagai keberhasilan pemerintah.

Contohnya, Menkeu mengeluarkan aturan reformasi perpajakan yang sangat mampu membuat banyak kalangan penguasaha kelimpungan sebab rekeningnya ditutup akibat bermasalah. Atau kebijakan pentrasi internet dan penurunan harga internet yang digencarkan Menkominfo membuat arus kemajuan iptek dapat menyebar ke seluruh pelosok Indonesia. Dari berbagai prestasi menonjol yang diukir kabinet sekarang semuanya dari kalangan profesional.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya tentu Presiden SBY mempunyai keuntungan dalam segi pengalaman dan proses pemilihan menteri. Pasalnya jika dibandingkan tahun 2004 ketika masa awal memerintah, SBY jelas memiliki banyak kesulitan dan kelemahan dalam menentukan menteri yang ditunjuknya. Kondisi itu berbeda dibandingkan sekarang, di mana SBY bakal memiliki mandat luar biasa besar dalam menentukan para menterinya. Karena dari hasil koalisi, Partai Demokrat (PD) meraih suara terbanyak dan kursi di DPR juga terbanyak dari PD yang tak lain rumah daripada SBY.

Maka itu, saat ini tinggal keberanian Presiden SBY untuk bertindak agar parpol tak menuntut macam-macam.
Karena sangat disayangkan jika sampai Presiden SBY melewatkan momen dengan tak membentuk kabinet profesional sebab banyak kondisi yang mendukungnya, seperti legitimasi sangat kuat sebab didukung mayoritas rakyat. Dan kemenangan siginifkan SBY bukan karena dukungan mesin parpol, melainkan kinerja dan popularitas SBY yang diakui masyarakat. Sehingga berpatokan itu semua jika SBY-Boediono berani memberikan banyak alokasi kursi menteri kepada yang ahil dari maka akan dijadikan acuan bagi pemerintah selanjutnya, dan memberikan pembelajaran berharga bagi perjalanan demokrasi Indonesia supaya lebih baik.

Erik Purnama Putra
Pelajar Bestari UMM
eagle-alone.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: