Archive for the Keamanan Category

Memerangi Aksi Terorisme

Posted in Keamanan on September 9, 2009 by erikpurnama

Rabu, 12 Agustus 2009 (Surabaya Pagi)

PELEDAKAN hotel JW Marriott dan Ritz Carlton yang dilakukan gembong teroris beberapa waktu lalu menyisakan kisah pilu bagi perjalanan sejarah bangsa ini. Pasalnya, di saat Indonesia sudah mulai dikenal sebagai negara damai dan aman, ternyata teroris melakukan aksi brutal untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa Indonesia ternyata jauh dari kata aman.

Kondisi itu bisa dilihat dari momen peledakan bom yang dilakukan sehari sebelum kedatangan tur klub sepakbola terkenal dari Inggris, Manchester United (MU) yang bakal menjalani pertandingan persahabatan di Gelora Bung Karno melawan Timnas Sepakbola Indonesia. Dengan meledakkan bom di tempat tim MU bakal menginap maka aksi teroris itu mendapatkan sorotan dunia internasional sebab pada saat bersamaan juga datang banyak jurnalis luar negeri yang bakal meliput event pertandingan persahabatan tersebut. Dan betul, setelah Tragedi Mega Kuningan tersebut, peristiwa pengeboman langsung mendapat sorotan dunia internasional. Efeknya, keamanan Indonesia langsung dinilai tidak bagus oleh masyarakat internasional.

Apapun motivasi para teroris, tindakan melakukan kekacauan dengan meledakkan bom di keramaian merupakan tindakan keji dan patut dikutuk. Apalagi dengan dalih menggunakan tameng agama atas nama jihad yang sangat keliru penafsirannya membuat perlu dilakukan sebuah gerakan membasmi terorisme dari bumi Indonesia supaya bentuk kejahatan paling nista tersebut tak terulang kembali di masa yang akan datang.

Untuk saat ini kita perlu mendukung setiap langkah yang diambil Polri dengan melakukan pengejaran teroris beserta pelacakan anggota organisasi yang digawangi Nordin M. Toop. Hal itu supaya kegiatan terorisme dapat dihentikan dan tak lagi menghantui kehidupan masyarakat Indonesia. Mengingat jika terorisme masih berkembang maka keamanan negeri ini tetap dalam bahaya. Dan tidak enaknya negara lain akan menilai Tanah Air sebagai negara hitam tempat berkembangnya kegiatan terorisme.

Jika tidak ingin keadaan itu terjadi maka masyarakat dapat proaktif membantu pihak berwajib dengan melaporkan siapapun orang yang mencurigakan atau ada kegiatan yang di luar kewajaran yang berpotensi menimbulkan gangguan sebab dari situlah organisasi teroris berkembang dan melakukan gerakan. Pasalnya jika masyarakat juga mengawasi keamanan lingkungan sekitar maka gerak dan tumbuhnya organisasi terorisme dapat dicegah dan didetiksi sedini mungkin.

Cara itu sangat efektif dan merupakan salah satu yang bisa dilakukan. Tindakan mencegah lebih baik daripada memburu dan menangkapi anggota jaringan teroris. Menjadikan terorisme musuh bersama juga akan menciptakan lingkungan kondusif dan masyarakat bisa waspada dengan segala kegiatan yang tak lazim dengan langsung melaporkannya kepada Polri.

Untuk itu, masyarakat wajib bahu-membahu memberikan dukungan maksimal kepada aparat yang terus berupaya membongkar jaringan terorisme yang sudah berkembang di Indonesia. Jaringan Islamiyah harus dilenyapkan agar keamanan negeri ini bisa dipulihkan dan kepercayaan dunia internasional dapat tumbuh kembali.

Erik Purnama Putra
Pegiat Pers Kampus Bestari UMM
Gedung Student Center Lt.1 Bestari Kampus III UMM

Bom Meledak, Pengangguran Meningkat

Posted in Keamanan on Agustus 20, 2009 by erikpurnama

Rabu, 29 Juli 2009 (Surabaya Post)

TEROR bom kembali terjadi dan situasi keamanan Indonesia kembali menjadi sorotan dunia internasional. Dampaknya, citra negeri ini kembali tercoreng dan stabilitas keamanan langsung kacau. Keadaan menjadi rumit setelah beberapa negara mengeluarkan travel warning kepada warganya sehingga membuat wisatawan mancanegara menjadi takut untuk berkunjung ke Indonesia. Itulah gambaran buruk akibat tragedi peledakan bom yang disinyalir dilakukan teroris.

Efek buruk berlanjut pada sektor investasi, di mana investor asing banyak yang tak jadi menanamkan investasinya di Indonesia. Kalangan pemilik modal takut menanamkan investasinya karena menganggap Indonesia memiliki resiko tinggi dalam hal keamanan. Harus diakui, terjadinya ledakan bom bunuh diri di Ibu Kota yang mampu membuat instabilitas keamanan terganggu hingga berimbas pada turunnya kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di sini. Sehingga para investor seperti dilansir media massa tak jadi masuk menanamkan investasinya di Indonesia.

Untuk itu, sudah seharusnya pemerintah ekstrakerja keras dalam memulihkan kepercayaan dunia internasional agar tetap menjadikan Indonesia sebagai jujugan investor. Karena jika tak ada penambahan investor maka lapangan kerja tak tersedia, yang bakal diikuti dengan meningkatnya jumlah pengangguran. Mengingat lapangan kerja yang seharusnya banyak malah tak tersedia hingga tenaga kerja tak terserap yang diikuti naiknya jumlah pengangguran.

Realita itu harus ditanggapi secara serius oleh pemerintah untuk segera tanggap membaca keadaan agar kondisi perekonomian negeri ini agar tak anjlok. Pasalnya, belum lepas dari cengkeraman resesi global yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia susut, pemerintah dihadapkan pada kenyataan bahwa pertumbuhan ekonomi terganggu.

Kondisi itu jelas menjadi tantangan bagi pemerintah, apalagi capres terpilih sangat ahli di bidang ekonomi sehingga menjadi tantangan menjanjikan untuk bisa menunjukkan kemampuannya dalam mengatasi persoalan ekonomi yang semakin berat. Boediono wajib mengidentifikasi dampak ekonomi yang timbul akibat kejadian teror bom supaya bisa cepat melakukan recovery supaya roda ekonomi masyarakat digerakkan lagi. Sehingga jika mampu mengatasi keadaan genting ini, maka pemerintah akan dicatat dalam sejarah perjalanan bangsa sebagai pemimpin berhasil sebab keadaan memang membutuhkan penangangan serius.

Menyelesaiakan persoalan terorisme tentu menyita banyak waktu dan tenaga, namun pemerintah jelas tak boleh melupakan aspek ekonomi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pertumbuhan harus terus digenjot dan jangan sampai kehilangan momentum. Pemerintah wajib meyakinkan kepada dunia internasional bahwa situasi keamanan sudah kondusif dan investor dapat menanamkan modalnya tanpa perlu takut sebab situasi telah kondusif. Maka itu, kebijakan yang dikeluarkan mesti mampu menarik kalangan investor dan proekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena jika tidak, pengagungguran dipastikan jumlahnya akan bertambah banyak.

Erik Purnama Putra
Mahasiswa dan Aktivis Pers Kampus Bestari UMM